Kanker Nasofaring : "Sulit Terdeteksi Karena Letak Yang Tersembunyi" - Kompas.com
Advertorial

Kanker Nasofaring : "Sulit Terdeteksi Karena Letak Yang Tersembunyi"

Kompas.com - 12/05/2017, 16:56 WIB
- -

Lokasi tersembunyi dari nasofaring, gejala awal tidak jelas, dan gejala umum seperti obstruksi hidung, epistaksis, sakit kepala serta tinnitus, seringkali membuat kanker nasofaring menjadi mudah diabaikan, sehingga mayoritas pasien yang terdiagnosa sudah memasuki stadium lanjut dan pengobatan yang harus dijalani pun cenderung lebih rumit. 

Gejala Umum Kanker Nasofaring

1. Pendarahan Pada Hidung (Epistaksis)

Epistaksis adalah salah satu gejala awal kanker nasofaring, mayoritas merupakan pendarahan hidung unilateral atau cairan berdarah dan air mata yang disertai darah. Tidak sedikit pasien yang mengira itu merupakan sinusistis.

2. Hidung Tersumbat

Hidung tersumbat adalah gejala awal kanker nasofaring lainnya, obstruksi hidung sebagian besar bersifat unilateral. Ketika ukuran tumor masih kecil, hidung tersumbat secara ringan, namun ketika tumor membesar, akan terjadi penyumbatan yang lebih parah.

3. Tinnitus, Gangguan Pendengaran

Tinnitus, telinga terasa tertutup juga merupakan salah satu gejala awal kanker nasofaring. Gejala ini disebabkan karena penyumbatan mulut nasofaring. Hilangnya pendengaran juga bisa merupakan serangan kanker nasofaring ke saraf pendengaran. Tinnitus dan gangguan pendengaran sering disalahartikan sebagai otitis media, sehingga pengobatan tertunda.

4. Sakit Kepala

70% pasien kanker nasofaring memiliki gejala awal sakit kepala. Namun, gejala sakit kepala yang disebabkan kanker nasofaring biasanya berupa migrain berselang, gejala ini bisa menjadi gejala yang pertama atau satu-satunya gejala dari penyakit ini. Sebagian besar sakit kepala akibat kanker nasofaring menyerang dasar otak, saraf dan pembuluh darah.

5. Massa Di Leher

Metastasis kanker nasofaring tidak terlalu banyak, namun meningkat dengan cepat, tidak ada rasa nyeri atau pergerakan yang jelas.

6. Gejala Saraf Cranial

Mati rasa pada wajah, diplopia, penglihatan kabur, kelopak mata ptosis, menderita strabismus, muncul hypoesthesia di tenggorokan, kelumpuhan tekak, kesulitan menelan, suara serak, lidah cenderung miring dan gejala lainnya.

Diagnosa Kanker Nasofaring

Pendiagnosaan dan pengobatan sejak dini adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. Para Ahli St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menghimbau, jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segeralah melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

- Diagnosa NPC
1. Nasopharyngoscopy

Nasopharyngoscopy adalah salah satu metode pemeriksaan yang paling penting dalam mendiagnosa kanker nasofaring. Dokter akan melihat melalui kedalaman rongga hidung nasofaring dan tenggorokan pasien untuk memeriksa ada tidaknya lesi abnormal pada mukosa nasofaring dan tenggorokan.

2. X-Ray

Pemeriksaan X-ray dapat mendeteksi berbagai tumor dan kerusakan dasar tulang tengkorak. Jenis pemeriksaan ini menggunakan radiografi lateralis pada nasofaring dan inspeksi radiografi tulang tengkorak.

3. CT-Scan

Pemeriksaan ini dapat memahami daerah tumor Intracavitary, dan apakah di rongga deformasi dan simetri. Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat menampilkan invasi nasofaring, seperti pada rongga hidung, orofaring, rongga parafaringeal, fossa infratemporal, selubung karotis, fosa pterygopalatine, sinus maksilaris, sinus kavernosus ethmoid, orbital dan intrakranial, dan faring, serta metastase pada leher kelenjar getah bening.

4. USG

USG merupakan salah satu jenis pendiagnosaan dasar, bersifat minimal invasif, dapat melihat berbagai jenis metastase, seperti di kelenjar getah bening.

5. MRI

MRI dapat dengan jelas menunjukkan kondisi tengkorak, sangat membantu melihat ada tidaknya kerusakan yang terjadi.

6. Patologi

 

Bagaimana Tingkat Kelangsungan Hidup 5 Tahun Pasien Kanker Nasofaring?

Penelitian intansi kesehatan menunjukkan, kesempatan hidup pasien kanker nasofaring dari muncul gejala awal sampai meninggal paling cepat adalah 3 bulan dan paling lama adalah 69 bulan. Setelah rutin menjalani radioterapi, rata-rata tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pasien kanker nasofaring dari setiap stadium adalah sebagai berikut :

??Stadium I : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 85%-90%

??Stadium II : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 70%~75%

??Stadium III : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 40%~50%

??Stadium IV : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 20%~30%

??

Ahli dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Prof. Liu Lv Guang menyatakan, karena gejala awal kanker nasofaring cenderung tidak kelihatan, banyak pasien yang baru terdiagnosa pada saat sudah memasuki stadium akhir. Setelah rutin menjalani radioterapi, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pasien cenderung lebih rendah dari 50%. Oleh karena itu, selain melakukan deteksi dan pengobatan dini, faktor kunci untuk meningkatkan kelangsungan hidup pasien kanker nasofaring adalah dengan memilih pengobatan yang paling sesuai.

 

Metode Pengobatan Minimal Invasif

  • Intervensi : Luka Sayatan 1-2mm, Akurat Melawan Kanker

??Kelebihan Terapi Intervensi : mampu “membunuh dan membuat tumor mati kelaparan”, efeknya signifikan; obat terpusat, minim efek toksisitas, minim komplikasi; trauma ringan, minim luka dan pemulihan cepat. Jika dibandingkan dengan kemoterapi konvensional, metode-metode ini dapat secara maksimal mengurangi penderitaan pasien.

- Intervensi
 

  • Penanaman Biji Partikel : Radiasi Internal, Akurat Membunuh Jaringan Tumor

??Kelebihan Penanaman Biji Partikel : Efektif memancarkan sinar terpusat di dalam tumor tanpa merusak jaringan-jaringan normal; radiasi berlangsung hingga 180 hari, efektif membunuh sel tumor; minim luka; minim efek samping dan komplikasi.

- Metode Penanaman Biji Partikel

  • Imunoterapi: Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Memperpanjang Tingkat Kelangsungan Hidup

??Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi penolakan. Metode ini aman dan tanpa efek samping, serta dapat diterapkan pada pasien dengan kondisi lemah sekalipun.

Perpaduan metode timur dan barat: meningkatkan efektifitas pengobatan, mengurangi efek samping.

- Metode Imunoterapi
 

  • Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat : Meningkatkan Efektifitas Pengobatan dan Mengurangi Efek Samping

??Keunggulan Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat : meningkatkan efektifitas pengobatan dan mengurangi efek samping, mengurangi komplikasi, pemulihan cepat; cocok diterapkan pada pasien stadium akhir yang tidak dapat menjalani kemoradioterapi, dapat mengontrol pertumbuhan tumor, serta memperpanjang harapan hidup pasien.

- Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat

Anda atau keluarga yang Anda sayangi menderita kanker nasofaring? Metode mana yang sesuai dengan kondisi Anda? Konsultasikan hasil pemeriksaan dan kondisi Anda kepada Tim Onkologi kami. Anda dapat berkonsultasi langsung dengan kami via online. (Adv)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM