Kilas

Masyarakat Jawa Barat Butuh Birokrasi yang Mudah dan Cepat

Kompas.com - 13/08/2017, 17:14 WIB


KOMPAS.com - Pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta meningkatkan kinerja pelayanan publik. Saat ini, masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah, dan efisien.

Sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com pada Minggu (13/8/2017), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengimbau, seluruh PNS di Jawa Barat memperkuat tekad, komitmen dan usaha agar rencana pembangunan dapat tercapai.

Selain itu, pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta lebih solid dalam berinovasi dan menjauhi penyimpangan.

"Hal yang terpenting adalah menghadirkan hati kita untuk mencintai pekerjaan agar waktu, tenaga dan seluruh pengabdian bernilai ibadah serta dapat membukakan pintu keberkahan dalam kehidupan," ujarnya di Gedung Sate, Jumat (11/8/2017) lalu.

Memasuki tahun terakhir kepemimpinan Ahmad Heryawan, Jawa Barat telah berhasil mempertahankan tradisi yang positif dengan diraihnya berbagai penghargaan dari pemerintah pusat maupun lembaga independen.

"Meskipun dalam menjalankan tugas kita memang bukan mengejar penghargaan, tapi ketika penghargaan itu datang kepada kita sebagai umat yang taat selayaknya kita bersyukur karena itu adalah karunia dari Allah," katanya

Deddy Mizwar mengapresiasi atas kinerja aparatur Pemerintah Jawa Barat yang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

"Saya juga ucapkan terima kasih mulai dari pejabat pelaksana sampai dengan pejabat pimpinan tinggi yang telah menunjukan kesungguhan, dedikasi yang tinggi terhadap tugas serta loyalitas yang tegas dan lurus kepada negara," ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau