Mengenal Karakteristik Gen Z, Generasi Setelah Millenial - Kompas.com
Advertorial

Mengenal Karakteristik Gen Z, Generasi Setelah Millenial

Kompas.com - 06/10/2017, 19:00 WIB
- -

Generasi millenial merupakan generasi pertama yang melihat internet sebagai sebuah penemuan yang hebat dan mengubah segalanya. Sedangkan generasi Z merupakan generasi yang terlahir ketika internet dan sosial media sudah menjadi keseharian.

Hal ini menghasilkan perbedaan karakter dan pola berpikir.

Hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai tahun lahirnya generasi Z. Tapi, menurut Meagan Johnson dalam Independent.co.uk, generasi Z adalah orang yang lahir setelah tahun 2002 dan diestimasikan jumlahnya mencapai 18 persen populasi penduduk dunia saat ini.

Pertanyaannya kemudian, bagaimanakah karakter generasi Z? Karena mengenal konsumen merupakan kunci penting bagi pengusaha. Menurut George Beall dalam Huffingtonpost.com, terdapat beberapa perbedaan karakter yang mencolok antara millenial dan generasi Z.

Pertama adalah generasi Z kurang fokus dibanding millenial. Generasi Z cenderung lebih mudah untuk terganggu fokusnya dengan hal yang baru. Perpindahan antara satu hal dan hal lainnya sangat cepat. Oleh karena itu, produsen harus terus memberikan sesuatu yang baru atau mereka akan merasa bosan dan meninggalkannya.

Karena terbiasa dengan mengerjakan tugas di komputer, sementara berbincang dengan teman via Skype dan mencari bahan pada tablet. Generasi ini terbilang mahir dalam melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Bisa dibilang, generasi Z lebih baik dan efisien dari millenial.

Perbedaan berikutnya adalah millenial lebih peduli terhadap harga dibanding generasi Z. George mengatakan, kemungkinan besar hal ini terjadi karena millenial lahir ketika masa resesi, berbeda dengan generasi Z.

George menambahkan, dalam penelitian terbaru, 67 persen millenial akan mengunjungi website untuk mendapatkan diskon, sedangkan hanya 46 persen generasi Z yang mau melakukan hal tersebut.

Generasi Z juga cenderung lebih berjiwa pengusaha dibandingkan millenial. Bahkan 72 persen generasi Z mengatakan mereka ingin membangun bisnisnya sendiri suatu hari nanti. Hal ini didorong canggihnya teknologi dan tingginya jaringan sosial yang dimiliki sehingga membentuk individu yang ingin berwirausaha.

Terkait ekspektasi, generasi Z memiliki ekspektasi yang lebih tinggi dibanding millenial. Oleh karena itu, generasi ini memiliki ekspektasi sebuah merek akan loyal kepada mereka. Jika mereka merasa tidak diapresiasi, maka mereka akan meninggalkan merek tersebut.

Generasi Z juga cenderung lebih global karena terekspos dengan dunia internet sedari kecil. Cara pandang dan berpikirnya juga menjadi lebih global dibanding generasi millenial.

Oleh karena itu, para pengusaha juga mencari cara baru untuk menjangkau generasi yang akan menjadi konsumen atau calon konsumen mereka di masa datang.