Kilas

PPK Kabupaten Tasikmalaya Dilantik

Kompas.com - 31/10/2017, 17:09 WIB

KOMPAS.com - Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menginginkan agar pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan dilaksanakan tahun depan dapat berlangsung aman.

Suksesnya pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jawa Barat) adalah keberhasilan proses demokrasi secara keseluruhan.

“Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat sebagai sarana demokrasi yang menjunjung tinggi hak memilih masyarakat sebagi warga Negara," ujarnya pada pelantikan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Tasikmalaya yang berlangsung di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, Senin (30/10/17).

Ia berharap, anggota PPK selain harus memiliki kemampuan secara administrasi juga harus mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam menyikapi dinamika politik di dalam lingkungan masyarakat.

Baca: Kapolda Jawa Barat Beberkan Potensi Konflik Pilkada Jabar 2018

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tasikmalaya Deden Nurul Hidayat mengatakan, anggota PPK yang dilantik merupakan hasil dari perekrutan. Melalui proses seleksi, kata dia, 195 terpilih dari 505 orang pendaftar.

“Anggota PPK yang terpilih adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara sehingga memiliki kapasitas individu dalam melaksanakan tugas sebagai PPK, “ katanya.

Berdasarkan catatan, anggota PPK terpilih sebagian besar merupakan tokoh masyarakat masing-masing kecamatan yang berasal dari berbagai latar belakang, misalnya tokoh organisasi masyarakat dan kepemudaan. 

“Latar belakang yang beragam menunjukkan bahwa Saudara adalah tokoh masyarakat yang layak dijadikan panutan di wilayah masing-masing. Jagalah kepercayaan kami dengan sebaik-baiknya, “ imbuh Deden.

Baca: Disebut Kandidat Potensial di Pilkada Jabar, Uu Makin Pede

Menurut dia, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat secara langsung merupakan perhelatan demokrasi di tingkat lokal dan partisipasi politik yang terbuka seluas-luasnya.

Lewat pemungutan suara yang transparan dan demokratis diharapkan Jawa Barat mendapatkan pemimpin yang memiliki kapabilitas, kompetensi, dan integritas. Selain itu, aksesibilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat Jawa Barat terwujud.

Ketua KPU Arief Budiman (kanan) menunjukkan kepada wartawan contoh alternatif bentuk kotak suara transparan terbuat dari kertas karton dan boks plastik yang akan digunakan dalam Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019, di Gedung KPU, Jakarta, Senin (7/8/2017). KPU akan berkonsultasi dengan DPR dan Pemerintah terkait rencana pengunaan kotak suara transparan yang akan menggantikan kotak suara yang rusak. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww/17.ANTARA FOTO/Reno Esnir Ketua KPU Arief Budiman (kanan) menunjukkan kepada wartawan contoh alternatif bentuk kotak suara transparan terbuat dari kertas karton dan boks plastik yang akan digunakan dalam Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019, di Gedung KPU, Jakarta, Senin (7/8/2017). KPU akan berkonsultasi dengan DPR dan Pemerintah terkait rencana pengunaan kotak suara transparan yang akan menggantikan kotak suara yang rusak. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww/17.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisioner KPU Jawa Barat Agus Rustandi berharap, anggota PPK mampu membantu proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, sehingga menghasilkan pemilu yang jujur dan adil.

“Anggota PPK sebagai penyelenggara yang netral tidak condong ke kiri dan kanan, tapi harus berada di tengah-tengah bebas dari kepentingan. Anggota PPK harus punya sikap toleran di tengah keberagaman politik di tingkat lokal, “ katanya.

 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau