Advertorial

Super Sibuk, Ini yang Harus Dilakukan Wanita Karier Agar Tetap Produktif

Kompas.com - 02/12/2017, 09:58 WIB

Kaum hawa di era modern seperti saat ini sebagian besar memegang dua peranan dalam kehidupannya. Menjalani tugas dan tanggung jawab sesuai posisinya di perusahaan tempat bekerja, sekaligus menjadi istri dan ibu.

Kehidupan yang dinamis, mobilitas tinggi, dan padatnya aktivitas seringkali membuat para wanita karier terjebak dalam kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat. Kebiasaan-kebiasaan tersebut mempengaruhi performa, menimbulkan risiko kesehatan, dan memperburuk penampilan.

Nah, jika kamu adalah wanita karier yang super sibuk dan ingin tetap tampil prima dan bugar untuk menghadapi aktivitas sehari-hari, ikuti panduan kesehatan berikut.

Pola makan dan asupan nutrisi

Kegiatan boleh segudang tetapi makan tidak boleh terlupakan. Jika kamu ingin sehat sebaiknya mulai membiasakan diri makan yang teratur tiga kali dalam sehari. Selalu konsumsi sarapan sebelum jam 9 pagi, makan siang tepat waktu, dan makan malam sebelum jam 7 malam.

Menjaga pola makan teratur akan membuat kamu terhindar dari dorongan binge eating alias balas dendam pada rasa lapar dengan mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Selain pola makan, asupan makanan juga perlu diperhatikan.

Usahakan untuk memenuhi asupan protein, karbohidrat, lemak, dan serat yang seimbang. Buang jauh-jauh makanan yang digoreng, perbanyak buah dan sayur. Kamu juga harus menghindari konsumsi junk food, minuman dan makanan kemasan, serta makanan yang terlalu asin atau manis.

Pilih cemilan sehat seperti buah kering atau kacang-kacangan. Menjaga pola makan dan asupan nutrisi akan menghindarkan kamu dari risiko obesitas dan diabetes. Kamu juga bisa kelihatan lebih cantik. 

Olahraga

Bisa dimengerti jika kamu jadi jarang olahraga karena terlalu sibuk. Namun, kebiasaan melupakan olahraga ini tidak baik. Olahraga tidak harus dilakukan di-gym. Kamu bisa melakukannya di mana saja. Sesuaikan dengan jadwal harianmu.

Coba bangun lebih pagi dan sempatkan diri untuk jogging di sekitar rumah. Miliki hidup yang aktif dengan memperbanyak jalan kaki. Misal, dari stasiun kereta ke kantor atau dari parkiran ke lobby kantor. Bisa juga dengan memilih menggunakan tangga darurat untuk naik ke lantai tempat kantor berada.

Di sela-sela kesibukan, lakukan peregangan. Kamu bisa meluruskan punggung dan otot-otot yang kaku akibat terlalu banyak duduk di depan komputer. Ingin cara yang lebih asyik? Coba saja ajak teman-teman kantor untuk menyewa instruktur olahraga seperti zumba, yoga, pilates, atau aerobik, dan patungan menyewa ruang serba guna di kantor sebagai tempat olahraga.

Pengelolaan stres

Ada beberapa cara pengelolaan stres yang bisa kamu coba. Kamu bisa bermeditasi untuk melatih kesabaran, konsentrasi, dan ketahanan terhadap tekanan. Bisa juga dengan menekuni hobi. Selain itu, usahakan untuk menikmati akhir pekan semaksimal mungkin untuk mengistirahatkan pikiran.

Agar tidak terganggu dengan beban pikiran soal kesehatan, kamu wajib juga memiliki kebiasaan untuk #RencanakanLebih perlindungan kesehatanmu.

Salah satu caranya dengan bantuan AXA yang dapat memberi solusi perlindungan kesehatan menyeluruh untuk setiap fase kehidupanmu. Mulai dari masa produktif, hingga masa tua nanti. Kamu tidak perlu khawatir akan biaya perawatan kesehatanmu dan keluargamu di masa depan. Klik di sini untuk memulai perencanaan perlindungan kesehatanmu

Pola tidur

Idealnya orang dewasa dengan usia 18-64 tahun memerlukan tidur selama 7-8 jam sehari. Kurang tidur akan menyebabkan kamu lebih cepat stres. Selain itu kamu juga bisa kehilangan konsentrasi dan menjadi mudah lupa. Kalau seperti ini keadaannya bagaimana bisa bekerja?

Sementara bagi tubuh kekurangan tidur juga memperbesar risiko hipertensi, gangguan jantung, dan diabetes. Kecantikan kulitmu juga bisa memudar. Oleh karena itu, sesibuk apapun pekerjaanmu usahakan untuk selalu tidur cukup.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau