Advertorial

Kuliah dengan Suasana Multikultural di Australia

Kompas.com - 13/12/2017, 23:19 WIB

Kuliah di luar negeri saat ini menjadi impian terbesar pelajar Indonesia. Di antara berbagai kota dan negara di dunia, Melbourne, Australia menjadi salah satu destinasi yang paling diminati untuk melanjutkan studi dan meraih strata pendidikan yang lebih tinggi.

Melbourne dikenal sebagai salah satu kota besar di dunia yang diperkaya dengan keberagaman budaya. Sebab, kota ini dihuni oleh orang-orang dari lebih 150 negara di dunia. Melbourne menjadi sebuah tempat berkumpul dari beragam budaya, kuliner, tradisi, kepercayaan, dan adat yang mereka bawa dari negara asal. Selain keberagaman budaya, Melbourne juga dikenal sebagai tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi siapapun.

Melbourne juga memiliki sebuah tempat yang paling dicari untuk menimba ilmu dan meraih gelar kesarjanaan yaitu Monash University, perguruan tinggi terbesar di Australia.

Kampus ini berada di peringkat 100 dunia dan masuk ke dalam anggota Group of Eight yang bergengsi. Di sana, mahasiswa dari seluruh dunia dapat merasakan pengalaman unik berkuliah dalam lingkungan multikultural yang harmonis dan bersahabat.

Monash University merupakan perguruan tinggi terbesar di Australia, yang bisa memberikan kehidupan multikultural kepada para mahasiswanya.

Nama Monash University diambil dari Sir John Monash, seorang sarjana teknik sipil yang mendedikasikan hidup dan karyanya untuk hampir semua aspek kehidupan di Australia.

Mengadopsi nama tokoh Australia tersebut, Monash University menginginkan para mahasiswanya untuk memiliki tujuan besar. Selain itu, juga mengembangkan bakat dan minatnya demi menciptakan perubahan bagi masyarakat.

Selama 60 tahun, kampus ini telah berkembang dari sebuah kampus sederhana menjadi pusat pendidikan dan penelitian yang punya afiliasi di empat benua. Tentu upaya ekspansi  ini dilakukan untuk.menjawab berbagai tantangan dunia terkini.

Mahasiswa Monash University di seluruh dunia, melalui proyek yang mereka kerjakan,  telah memberikan dampak secara global.  Misalnya saja seperti membawa air bersih ke desa-desa di Afrika, revitalisasi pemukiman kumuh, menciptakan mata bionik, hingga menciptakan berbagai obat-obatan untuk menyelamatkan orang-orang yang sakit.

Ada tiga keunggulan yang bisa diperoleh ketika menempuh studi di Monash University. Pertama, mahasiswa disiapkan untuk menghadapi tantangan dunia dengan dukungan berbagai studi yang berfokus pada isu global.

Kedua, program studi yang ditawarkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan minat masing-masing. Dengan demikian, lulusan Monash University akan memiliki spesialisasi kemampuan di kancah internasional.

Tak hanya itu, setiap lulusan juga disiapkan untuk memperoleh karir yang terbaik di masa depan. Kampus ini menawarkan berbagai kesempatan kepada para mahasiswanya mendapatkan pengalaman kerja yang berharga sesuai minatnya di berbagai instansi atau perusahaan terbaik di dunia.

Calon mahasiswa bisa memilih dua opsi dalam menempuh pendidikan di Monash University. Pertama, calon mahasiswa bisa langsung memilih 140 program sarjana, paska sarjana, double degree, dan program doktoral di Monash University.

Kedua, calon mahasiswa juga bisa mempersiapkan dirinya dalam program pra-kuliah yang disiapkan Monash College yang terdiri dari program diploma yang memungkinkan calon mahasiswa mengambil keahlian khusus yang bisa mengantarkan langsung ke tahun kedua di Monash University.

Calon mahasiswa juga bisa ikut mengambil kursus bahasa Inggris untuk mempersiapkan kemampuan berbahasa inggris sebelum memulai kuliah di kampus. Terakhir, ada pula kursus umum yang bisa ditempuh setelah tahun Australia ke-11 atau sederajat untuk mempersiapkan diri masuk ke Monash University.

Sejumlah prestasi berhasil diperoleh Monash University. Di antaranya masuk ke dalan 100 besar perguruan tinggi top di dunia versi Times Higher Education World University Rankings 2016-2017, memperoleh bintang lima dalam kualifikasi staf dan retensi mahasiswa versi The Good Universties Guide 2017,  dan peringkat 1 dalam bidang teknik dan teknologi versi Times Higher Education Rankings 2016.

Selain itu juga peringkat 1 dalam Farmasi dan Farmakologi versi QS World University Rankings 2016 dan urutan pertama oleh para perekrut lokal untuk kemampuan kerja para lulusan versi Times Higher Education 2016-2017.

Kampus ini memiliki beberapa lokasi di kota Melbourne, seperti di Clayton, Caulfield, Parkvill, dan Peninsula. Sementara di wilayah internasional, Monash University juga memiliki cabang di Malaysia, The South East Monash University, Joint Graduate School di China, The IITB Monash Research Academy di India, Monash University Prato Centre di Italia, Monash-Warwick Global Alliance di Inggris

Dengan jaringan lebih dari 330.000 alumni di 145 negara di dunia, alumni Monash University menciptakan jaringan global yang kuat dan beragam.

Untuk informasi lebih lanjut terkait Monash University bisa menghubungi kontak telepon +61 3 9903 4788 atau mengirim email via situs monash.edu  dan study.monash. Untuk Monash College bisa menghubungi +61 3 9903 4788 atau kunjungi situsnya di monashcollege.edu.au.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau