Kilas

Pesan Puti Soekarno untuk Santriwati di Madura

Kompas.com - 21/01/2018, 13:09 WIB

 

BANGKALAN, KOMPAS.com - Cawagub Jatim, Puti Guntur Soekarno, berpesan kepada para santriwati (santri perempuan) di Bangkalan Madura, untuk tidak segan-segan menggantungkan cita-citanya setinggi langit. 

 “Anak-anakku, dari Madura kelak kalian harus menjadi bagian dari kemajuan daerah ini, bermanfaat bagi masyarakat, mengantarkan Madura, Jawa Timur, dan Indonesia kita menjadi pemenang di kancah global,” kata dosen tamu Asia Jepang Research Center, Kokushikan University Jepang, itu saat berkunjung ke Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, Sabtu (20/1/2018).

 Ibu dari Rakyan Ratri Syandriasari Kameron (18 tahun) dan Rakyan Daanu Syahandra Kameron (16 tahun) itu lantas berbagi kisah masa kecilnya yang dekat dengan neneknya, Ibu Fatmawati Soekarno. Dari ibu negara pertama tersebut, Puti belajar bagaimana mengaji.

 “Saya memanggil Ibu Fatmawati dengan sebutan Mbu. Suara beliau sangat merdu saat mengaji. Beliau mengajarkan kepada saya untuk selalu bersyukur, menjalani hidup dengan bahagia dan penuh optimisme. Nah, kalian yang masih sangat muda ini harus berani berpandangan jauh ke depan, punya visi, dan berani berjuang untuk meraihnya,” kata cucu presiden pertama Ir Soekarno tersebut.

 Puti juga menekankan pentingnya sikap tidak boleh instan dalam menggapai yang diinginkan. Dia menceritakan bagaimana saat remaja harus menabung untuk bisa membeli buku. Meski lahir dari putra sulung Presiden pertama Ir Soekarno, Guntur Soekarno, Puti diajarkan hidup sederhana dan mandiri sejak kecil.

 “Saya harus menabung dari uang jajan untuk membeli buku. Rajinlah membaca, karena itu pintu untuk kita melihat dunia, memahami situasi, memberi solusi bagi masalah sehari-hari,” kata Puti.

 Puti juga berbagi pesan tentang pentingnya menjalin silaturahim seluas mungkin. Silaturahim menjadi pintu pembuka bagi lahirnya kesempatan-kesempatan baik. “Saling silaturahim atau dalam bahasa zaman now disebut kolaborasi adalah kebutuhan mutlak jika kita ingin berkembang,” kata Puti.

 Salah seorang santriwati, Zubaida, mengaku kegirangan bisa bertemu dengan Puti. “Sebelumnya saya tahu beliau dari internet. Bu Puti pandai, cara menyampaikan pemikiran lugas sekali. Beliau juga cantik, InsyaAllah bisa jadi penyemangat kami untuk belajar dan berjuang meraih cita-cita,” kata Zubaida. (KONTRIBUTOR JAWA TIMUR/ACHMAD FAIZAL)

 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau