Kilas

Wali Kota Semarang Beri Apresiasi Tim Saber Pungli

Kompas.com - 12/02/2018, 20:08 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan apresiasi kepada Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Semarang. Satgas ini baru bekerja genap setahun.

Di dalam rapat koordinasi Satgas hari ini di Kompleks Balai Kota Semarang, Hendrar yang karib disapa Hendi itu membeberkan kinerja Satgas. Tercatat, ada 34 kasus diadukan masyarakat. Dari jumlah itu, 17 sedang dalam proses. "17 sisanya sudah ditindaklanjuti," tutur Hendi.

Lantas, dari 17 yang sudah ditindaklanjuti itu, ada 10 kasus tak terbukti. Lalu, 7 kasus berhasil diungkap terbukti dan sudah diberikan sanksi termasuk sampai ke pengadilan lewat aktivitas OTT maupun lainnya. "Prestasi ini sangat membanggakan bagi saya," kata Hendi.

Hendi melanjutkan agar prestasi Satgas jangan berhenti. "Tambah dengan langkah penindakan atau shock therapy . "Ini agar teman-teman PNS semakin memahami mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Mana yang harus ditinggalkan, mana yang masih harus dikerjakan," tuturnya.

"Jika ini dilakukan Insya Allah di tahun 2018 produk-produk tim Saber Pungli tidak sampai ke penangkapan dan ke pengadilan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hendrar berpesan agar Satgas tetap membuka semua keran laporan dari masyarakat. Tujuannya, warga Semarang dapat menyampaikan keluh kesah tentang adanya perlakuan pungli sehingga pungutan liar maupun korupsi dapat ditindak dengan sanksi yang sepadan.

"Yang tidak kalah penting sebenarnya adalah kami membuka semua keran laporan dari masyarakat untuk bisa kita teruskan ke tim Saber Pungli. Lewat hotlinenya Saber Pungli, lewat inspektur bisa, atau juga lewat Lapor Hendi," kata Hendi.

Lebih lanjut, Hendi memaparkan agar pelapor membuat surat kronologis secara lengkap. "Misalnya saja, mau nyambung pipa PDAM biaya resminya Rp 1,5 juta dimintai Rp 2,5 juta. Laporkan saja tulis lengkap nama, kejadiannya tanggal berapa itu pasti akan kita tindak lanjuti,” pungkas Hendi. (Humas Pemkot Semarang)

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau