Kilas

FKPPI Jateng Dukung Ganjar, Gerakan 5 Kader Tiap Desa

Kompas.com - 12/03/2018, 12:38 WIB

KOMPAS.com -Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI POLRI (FKPPI) Jawa Tengah secara khusus membahas Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Pilkada 2018 itu didiskusikan dalam rapat kerja daerah (Rakerda) FKPPI yang dihadiri ribuan kader serta pengurus FKPPI pusat dan Jawa Tengah.

"Kami melakukan pembicaraan khusus terkait berbagai isu sosial politik di Jawa Tengah, salah satunya adalah terkait pemilihan gubernur, sehingga kami mengundang salah satu Dewan Penasehat FKPPI Jawa Tengah yaitu Mas Ganjar Pranowo," kata Ketua FKPPI Jawa Tengah, Hendrar Prihadi, di Hotel Harris Semarang, Minggu (11/3/2018).

Rakerda ke-1 Pengurus Daerah FKPPI Jawa Tengah periode 2017-2021 itu dihadiri Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto, dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Condro Kirono.

(Baca: Jokowi Minta FKPPI Bantu Berantas Kabar Bohong)

Menurut Hendrar, pengurus FKPPI Jawa Tengah periode 2017-2021 memiliki 35 pengurus cabang yang harus selalu berkonsolidasi. Setelah dilantik, pengurus menggelar Rakerda ke-1 guna menyikapi dinamika sosial politik di Jawa Tengah,

"Maka terkait itu, kehadiran Mas Ganjar Pranowo sebagai Dewan Penasehat menjadi penting,  yaitu untuk memberikan pandangan-pandangannya sebagai bagian dari Keluarga Besar ABRI (KBA) TNI POLRI di Jawa Tengah," ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat FKPPI Pontjo Sutowo menegaskan, ada tiga hal penting yang dibahas dalam rapat kerja daerah tersebut. Pertama, bela negara. Selama ini, FKPPI memiliki kader bela negara berjumlah 5 orang di setiap desa untuk membela negara dalam konsep kebangsaan.

Kedua, soal organisasi. FKPPI, ia melanjutkan, memliki potensi 15 sampai 16 juta anggota di Indonesia yang menganut stelsel aktif. Oleh karena itu, semua orang berhak memilih sikap politik.

(Baca juga: Wali Kota Semarang Berharap Pilkada Jateng 2018 Bersih dari Isu SARA)

"Yang ketiga, karena ini sikap keluarga besar, kita harus bicara bagaimana mekanisme kerjanya. Untuk itu, harus ada rapat-rapat kerja daerah seperti ini, dan saya rasa Jawa Tengah cukup agresif," kata putra dari tokoh militer Indonesia, Ibnu Sutowo itu.

Ganjar Pranowo yang merupakan incumbent dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah menampik kegiatan tersebut bagian dari agenda pemenangannya.

Selaku Dewan Penasehat FKPPI Jawa Tengah, Ganjar mengaku tak bisa lepas dari organisasi tersebut karena ayahnya seorang purnawirawan Polri. "FKPPI punya ikatan emosional dengan saya, karena saya juga dari keluarga TNI Polri. Tapi FKPPI secara organisasi pasti netral," katanya.

Hendrar sebagai Ketua FKPPI Jawa Tengah secara tersirat menegaskan dukungan FKPPI Jawa Tengah kepada Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1 tersebut. "Kalau bisik-bisiknya sih sudah seperti itu," jawabnya sambil tersenyum ketika ditanya terkait ketegasan dukungan FKPPI Jawa Tengah kepada Ganjar.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau