Advertorial

Sido Muncul Ajak Masyarakat Selamatkan Sungai Citarum

Kompas.com - 19/03/2018, 22:44 WIB

Sungai Citarum adalah sungai terpanjang di Jawa Barat. Mengalir sepanjang 300 kilometer dan melalui 12 kota dan kabupaten, Citarum merupakan sumber air bagi 28 juta penduduk disekitarnya. Pemanfaatan air Sungai Citarum pun beragam. Mulai dari kebutuhan industri, pertanian, hingga konsumsi rumah tangga.

Namun ironisnya, meski memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat, kondisi Sungai Citarum justru memprihatinkan. Kondisi Sungai Citarum kini penuh sampah. Pencemaran tidak terjadi di sumber airnya di hulu melainkan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Mayoritas penyebabnya adalah limbah domestik. Akibat tumpukan sampah di sepanjang alirannya, ketinggian air Sungai Citarum bisa meningkat drastis dalam waktu singkat di kala debit air tinggi sehingga menyebabkan banjir.

-- -

Kondisi ini mengundang keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk. Oleh karena itu, Sido Muncul berinisiatif membuat iklan terbaru Kuku Bima Energi versi “Ayo Selamatkan Citarum!” yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sungai yang sempat mendapat predikat sebagai salah satu sungai paling tercemar tersebut.

Iklan terbaru Kuku Bima Energi resmi diluncurkan pada Senin (19/3/2018) di Bandung, Jawa Barat. Pada kesempatan tersebut Irwan Hidayat, Direktur Marketing Sido Muncul menyatakan komitmen Sido Muncul untuk menyerukan pesan kepada masyarakat agar ikut menjaga kebersihan Sungai Citarum.

"Melalui iklan ini, kami harap dapat menyadarkan masyarakat agar berpartisipasi mendukung program pemerintah memperbaiki kondisi Sungai Citarum dengan langkah kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan. Jika tidak ada partisipasi dari masyarakat, maka upaya pemerintah untuk menyelamatkan Sungai Citarum pun tidak akan berhasil," tuturnya.

Aksi Penyelamatan Sungai Citarum diawali dari ide yang diprakarsai oleh Pangdam III Siliwangi Doni Monardo. Iklan ini menjadi wujud dukungan terhadap aksi tersebut dan kepedulian Sido Muncul terhadap lingkungan hidup.

-- -

Iklan Kuku Bima Energi versi “Ayo Selamatkan Citarum!” dibintangi oleh brand ambassador Kuku Bima Energi yaitu Donny Kesuma, Binaragawan Ade Ray, dan Putri Indonesia 2016 Kezia Warouw. Jembatan Cigara dan kilometer nol Citarum menjadi lokasi pengambilan gambar untuk iklan ini.

Iklan ini menggambarkan kondisi hilir dan daerah aliran Sungai Citarum yang memprihatinkan karena penuh sampah. Kontras dengan kenyataan bahwa kondisi sumber air Sungai Citarum di daerah Cisanti masih dalam keadaan murni tidak tercemar.

Melalui iklan ini, Sido Muncul berharap dapat membantu menyukseskan upaya pemerintah untuk menjernihkan kembali Sungai Citarum. Sebagai sumber air bagi masyarakat, Sungai Citarum harus dipelihara agar bisa menjadi sumber kehidupan di masa depan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau