Kilas

Hendar Ajak Pejabat Kota Semarang Ziarah Ke Makam Sunan Bayat

Kompas.com - 16/04/2018, 19:33 WIB


KOMPAS.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengajak seluruh pejabat Pemerintah Kota Semarang berziarah ke makam Sunan Pandanaran II atau Sunan Bayat, Klaten, Senin (16/4/2018). Ziarah itu merupakan rangkaian acara peringatan hari jadi Kota Semarang ke-471.

Sunan Pandanaran II merupakan Bupati kedua Semarang. Selain menjabat memimpin Semarang, Sunan Bayat merupakan tokoh penyebar agama Islam yang dikenal sakti.

Setelah tak lagi menjabat Bupati Semarang, Sunan Pandanaran menetap di Bayat, Klaten, hingga dikenal dengan nama Sunan Bayat. Ia tinggal di Bayar untuk memperdalam ilmu spiritualnya.

Hendrar berkisah tentang kesaktian Sunan Bayat yang dihadang sekawanan perampok. Sunan Bayat berujar bahwa para perampok adalah orang yang keras kepala seperti domba. Maka, berubahlah kepala perampok tersebut menjadi kepala seekor domba. Cerita tersebut menggambarkan betapa saktinya Sunan Bayat.

(Baca: Wali Kota Semarang Ziarah ke Makam Ki Ageng Pandanaran)

Meski pun memiliki kekuatan karomah yang hebat, namun tak lantas membuat ia lupa diri. Sunan Bayat rela meninggalkan jabatannya sebagai bupati untuk memperdalam ilmu spiritualnya. Hendrar berharap para pejabat Pemerintah Kota Semarang dapat meneladani sikap kepemimpinan Sunan Bayat.

‘’Walau pun beliau memiliki kesaktian tetapi selalu menganggap dirinya kecil hingga terus berusaha memperdalam spiritualnya. Hal ini menjadi gambaran buat kita bahwa di atas langit masih ada langit, kita ini bukan siapa-siapa. Jabatan itu adalah amanah, yang terpenting adalah kita bisa berbuat yang terbaik buat sesama melalui jabatan yang kita emban," ujarnya kepada para pejabat Kota Semarang.

Peringatan ulang tahun Kota Semarang ke-471 diharapkan bisa menjadi momentum bagi seluruh pejabat Kota Semarang melakukan introspeksi diri. ‘’Apakah kita sudah menjalankan amanah yang diberikan masyarakat Kota Semarang kepada kita dengan sebaik-baiknya? Semoga dengan kegiatan ziarah pada hari ini, bisa meningkatkan kesadaran kita bersama untuk dapat menjalankan peran kita masing-masing dengan sebaik-baiknya,’’ katanya.


Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau