Kilas

Pemkab Trenggalek Laksanakan Seleksi Satpol PP dan Anggota Damkar secara Online

Kompas.com - 23/04/2018, 14:26 WIB

TRENGGALEK,KOMPAS.com – Proses seleksi tenaga penunjang kegiatan di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur telah usai.

Dari 181 yang lolos tahapan seleksi sebelumnya ,ada 142 peserta yang hadir dalam tes terakhir Minggu (22/4/2018).

Dari total peserta ini hanya diambil 42 orang tenaga penunjang saja.

“Banpol Putra nya 21 banpol putrinya 11 orang, dan tenaga penunjang di damkar 10 orang,” kata Plt Sekda Trenggalek, Kusprigianto.

Untuk sementara, personel yang lolos seleksi ini akan difokuskan di wilayah perkotaan.  Hal ini, mempertimbangkan keterbatasan tenaga penunjang kegiatan di satuan tugas saat ini.

Nantinya, personel baru ini akan mendapatkan pembekalan peningkatan kualitas.

Tiga

Pemerintah Trenggalek melibatkan pihak ketiga dalam melakukan rekruitmen tenaga penunjang kegiatan pada satpol PP dan damkar ini. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dipilih sebagai perguruan tinggi yang menangani proses pengadaan atau rekruitmen tersebut.

Ada empat tim yang diterjunkan oleh Unesa untuk melaksanakan rekruitmen ini yakni antara lain pewawancara, administrasi, dan teknologi informasi.

Prof. Jojo Suparjo, Pembantu Rektor Bidang Perencanaan Unesa mengatakan, tahapan akhir dalam rekrutmen ini menggunakan Computer Asisted Test (CAT). Sehingga, semua proses penilian dilakukan secara komputerisasi dan terjamin objektifitasnya.

“Jadi hasil tesnya bisa diketahui saat itu juga oleh peserta,” katanya.

Hasil tes tersebut bisa diketahui oleh semua orang lantaran disajikan secara online atau dalam jaringan.

“Menggunakan aplikasi ini, tidak ada istilah titipan titipan, semuanya transparan,” paparnya.

Sistem atau aplikasi ini hanya terkendala jika sarana yang digunakan untuk melaksanakannya (komputer) mengalami gangguan.

Untuk itu pula, pemerintah Trenggalek memanfaatkan laboratorium komputer Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Trenggalek yang sudah biasa digunakan untuk ujian sekolah. (KONTRIBUTOR TRENGGALEK/SLAMET WIDODO)


Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau