Kilas

Pemerintah Kota Semarang Kirim Air Gratis untuk Pelanggan PDAM

Kompas.com - 10/05/2018, 09:03 WIB


KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang mendistribusikan air bersih secara masif untuk masyarakat Kota Semarang yang terdampak penurunan debit air PDAM Kudu.

Upaya yang dilakukan oleh PDAM Tirta Moedal Kota Semarang untuk menormalisasi pasokan air yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu terus dilakukan.

Namun, proses normalisasi pasokan air itu disebut membutuhkan waktu sekitar dua hari sampai distribusi air kembali lancar.

Pemerintah Kota Semarang mencatat, 50.274 masyarakat pelanggan PDAM di wilayah timur Kota Semarang terdampak gangguan aliran air dari IPA Kudu.

(Baca: PDAM Kota Semarang Harus Cari Suplai Air Alternatif)

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta PDAM untuk mendistribusikan air sebanyak 75 tangki setiap hari untuk kebutuhan dasar warga.

Dengan begitu, warga yang terdampak bisa mengakses sekira 400.000 liter air bersih.

"Gratis! Ini gratis, tidak ada biaya tambahan, terkhusus untuk masyarakat di wilayah timur yang terdampak," kata Hendrar.

Penyebab gangguan

Gangguan tersebut merupakan dampak dari adanya penurunan debit pasokan air baku ke IPA Kudu, Genuk, yang bersumber dari Bendung Kletak, Klambu, Kabupaten Grobogan.

Penurunan debit pasokan air itu sendiri terjadi karena musim kemarau serta adanya pembangunan rehabilitasi saluran di Bendung Klambu.

"Untuk warga terdampak gangguan aliran PDAM yang dari IPA Kudu bisa menghubungi nomor (024)76920999 untuk mendapatkan layanan air tangki," ujarnya.

Menurut dia, satu unit tangki dimaksimalkan untuk membawa sekitar 5.000 liter air ke rumah-rumah warga.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melakukan inspeksi mendadak ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu, Genuk, milik PDAM Kota Semarang, Senin (7/5/2018)Dok. Humas Pemkot Semarang Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melakukan inspeksi mendadak ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu, Genuk, milik PDAM Kota Semarang, Senin (7/5/2018)

Pengiriman air bersih tersebut merupakan upaya penanganan darurat yang dilakukan PDAM di samping mengupayakan pasokan air di IPA Kudu segera normal.

"Hari ini saya cek, pengiriman tangki air berjalan lancar," katanya.

PDAM, ia melanjutkan, sudah mengupayakan penambahan air baku dari Sungai Dombo di Sayung, Sungai Serang di Gubug, dan beberapa sungai lainnya.

Apa bila pasokan air belum cukup, maka akan diambilkan air dari IPA Kaligarang.

"Tentu saja butuh waktu untuk memasang pompa air untuk mengambil pasokan air dan lainnya. Harapan saya tentu saja bisa lebih cepat normal dari estimasi awal," ujarnya.

 

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau