Kilas

Hendrar Raih Penghargaan Pelayanan Kesehatan Terbaik

Kompas.com - 24/05/2018, 04:14 WIB


KOMPAS.com - Pemerintah Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dalam ajang Universal Health Coverage Award 2018.

Penghargaan tersebut diberikan karena Hendrar Prihadi dinilai mampu menjadi pelopor dalam merealisasikan program berobat gratis bagi seluruh warganya.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, yang mewakili Pemerintah Republik Indonesia memberikan secara langsung penghargaan tersebut kepada Wali Kota Semarang yang diwakili oleh Asisten Administasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Semarang, Ayu Entys, di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Dalam ajang penganugerahan Universal Health Coverage Award 2018 itu, Hendrar dianggap sebagai salah satu kepala daerah di Indonesia yang memiliki komitmen tinggi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat pada sektor kesehatan.

(Baca: Warga Semarang Dijamin Pengobatannya di Rumah Sakit)

Buktinya, Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut mampu mewujudkan program berobat gratis dalam waktu yang relatif singkat, yaitu pada 2017, hanya berselang setahun setelah dirinya dilantik kembali sebagai Wali Kota Semarang pada 2016.

Adapun pemerintah pusat Republik Indonesia sendiri sebenarnya baru menargetkan realisasi berobat gratis bagi seluruh masyarakat secara nasional pada 2019.

Tak kurang dari Rp 4,5 miliar dianggarkan Pemerintah Kota Semarang setiap bulannya untuk menjamin biaya kesehatan bagi semua warga yang ber-KTP Kota Semarang.

Penjaminan biaya kesehatan itu membuat seluruh warga Kota Semarang tak menyimpan kekhawatiran bila sakit.

Pasalnya, semua biaya yang harus dibayarkan dijamin oleh Pemerintah Kota Semarang, mulai dari rawat inap di kelas 3, persalinan, haemodialisa, hingga pengobatan kanker.

(Baca: Penderita Kanker Juga Dijamin Berobat Gratis di Kota Semarang)

Hendrar Prihadi mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan Pemerintah Pusat Republik Indonesia atas capaian pemerintah daerah yang dipimpinnya.

"Kami di Kota Semarang selalu berkomitmen untuk sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat bersama Bapak Presiden Jokowi. Upaya kami mewujudkan layanan berobat gratis ini adalah salah satunya," ujarnya dalam siaran tertulis.

Selain menyediakan layanan berobat gratis, Pemerintah Kota Semarang juga melengkapi layanan kesehatannya dengan fasilitas ambulance gratis yang dapat diakses 24 jam.

Bahkan, kini warga Kota Semarang dapat melakukan konsultasi dokter dengan gratis secara online. Layanan itu semua bisa didapatkan dengan cukup menghubungi hotline 1500-132.

 "Harapannya tentu saja, komitmen kami ini juga sejalan dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Sehingga, penghargaan ini juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan program layanan kesehatan di Kota Semarang," katanya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau