Kilas

Percepat Pemulihan NTB Pasca Gempa, Puan Gelar Rapat Tingkat Menteri

Kompas.com - 01/09/2018, 19:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengadakan Rapat Tingkat Menteri (RTM) untuk membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

RTM sendiri diselenggarakan untuk menindaklanjuti Inpres Nomor 5 Tahun 2018 yang difokuskan pada program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa NTB.

“Inpres No 5/2018 menugaskan kepada 4 Menko, 15 Menteri, Polri, TNI, Kejaksaan, 3 Lembaga serta 6 Pemerintah daerah (Pemda) untuk melaksanakan percepatan rehabilitas-rekonstrukti di NTB," kata Puan di Kantor Kemenko PMK, Jumat (31/9/2018).

Adapun amanat dalam Inpres tersebut, kata Puan, adalah membangun sarana dan prasarana dasar, seperti pendidikan, kesehatan, agama dan fasilitas penunjang perekonomian paling lambat akhir Desember 2018.

(BACA JUGAPercepat Penanggulangan Dampak Gempa NTB, 4 Menko Turun Tangan)

Tujuannya supaya aktivitas masyarakat di bidang tersebut bisa kembali berfungsi. Sementara itu, untuk sarana dan prasarana lain ditargetkan pembangunannya dilaksanakan paling lambat 2019.

Secara umum Program Penanggulangan Dampak Bencana Gempa Bumi di NTB terdiri dari 3 program. Pertama, pemenuhan kebutuhan dasar, antara lain pelayanan kesehatan, pendidikan, bantuan logistik dan bantuan rehabilitasi rumah.

Kedua percepatan pembersihan puing, ketiga percepatan pembangunan rumah penduduk swakelola dan keempat percepatan pembangunan fasilitas umum.

RTM kali ini dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Nilla Moloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono.

Kemudian Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro dan Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau