Advertorial

Ini Dia Dua Hal yang Bikin Pembukaan Asian Para Games 2018 Istimewa

Kompas.com - 08/10/2018, 10:42 WIB

JAKARTA – Luar biasa! Janji INAPGOC menggelar Pembukaan Asian Para Games 2018 yang berkelas berhasil dibuktikan. Sejumlah momen istimewa tercipta. Bahkan menjadi trending topic nomor dua di dunia.

Pembukaan Asian Para Games 2018 dilakukan Sabtu (6/10), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Ada dua hal yang membuat pembukaan ini menjadi istimewa.

Pertama adalah mengenai trending topic. Hastag #OpeningAsianParaGames2018 menjadi nomor dua di dunia. Atau, hanya kalah dari hastag #ViraViraCIRO.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, viralnya pembukaan Asian Para Games 2018 ini membuktikan kepedulian masyarakat.

“Bagaimana pun Asian Para Games 2018 adalah hajat besar bang Bangsa Indonesia. Yang artinya, seluruh komponen bangsa wajib mendukungnya,” papar Arief Yahya.

Lebih dari itu, Menpar menilai keberhasilan #OpeningAsianParaGames2018 menjadi trending topic dunia, membuktikan kehebatan dunia digital Indonesia.

“Ini membuktikan Indonesia mempunyai potensi luar biasa di dunia digital. Karena saat Asian Games lalu, laskar digital Indonesia juga bergerak dengan luar biasa,” katanya.

Selain itu, Pembukaan Asian Para Games menghadirkan sebuah kisah yang sangat mengharukan. Tepatnya saat Presiden Joko Widodo turun royal box untuk menghampiri Bulan Karunia Rudianti (10) yang berada di panggung.

Bulan adalah penyandang disabilitas yang tak mempunyai sepasang kaki. Sekitar 16 Maret 2018 lalu, dia menulis surat untuk Presiden Joko Widodo. Isinya, Bulan ingin mendapatkan hadiah kursi roda dari Presiden Jokowi.

Keinginan itu disampaikan karena Bulan kerap melihat presiden membagi-bagikan sepeda. Surat itu diunggah ke akun Instagram @bulankarn dan mendapat perhatian luas dari warganet.

“Ada keharuan ketika melihat Bulan Kurnia dari kursi rodanya memanggil Presiden Jokowi agar turun ke bawah. Bulan Kurnia lalu memberikan kotak kepada Bapak Presiden yang berisi kata; ”Ability”. Saya menangis tadi. Sungguh menyentuh. Pak Presiden luar biasa humble. He is really the president of the people,” tutur Menpar.

Gemuruh tepuk tangan mengiringi langkah Presiden Jokowi saat menuruni podium. Saat sampai di panggung, Jokowi langsung memeluk Bulan dan berbincang beberapa menit.

Bulan kemudian memberikan hasil karya yang dibawanya. Gaung penonton kembali menggema ketika Presiden memeluk bulan. Selanjutnya, tanpa ragu, Jokowi menunjukkan hasil karya tersebut ke hadapan penonton.

“Banyak pelajaran yang bisa kita dapat dari momen tersebut. Momen dimana seseorang tidak pernah berhenti berharap dan berdoa. Momen dimana pemimpin dekat dengan masyarakatnya. Dan ini menjadi warna yang indah di Pembukaan Asian Para Games 2018,” papar Menpar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau