Kilas

Menko Puan Bawakan Merah Putih di Pembukaan Asian Para Games 2018

Kompas.com - 08/10/2018, 20:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Asian Para Games (APG) 2018 resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu (6/10/2018), malam di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Pada kesempatan itu Menko PMK Puan Maharani selaku Ketua Dewan Pengarah APG 2018 didaulat membawa bendera merah putih untuk dikibarkan di tiang utama Stadion GBK.

Membawa bendera, Menko Puan memasuki arena stadion diiringi dengan visualisasi video yang menjelaskan makna bendera bangsa Indonesia tersebut. Satu narasi seketika terdengar bahwa merah pada bendera itu melambangkan keberanian, dan putih melambangkan kesucian.

"Jadilah simbol persatuan, berikan warna pada dunia," tutur Menko Puan.

Narasi tersebut sesuai dengan tema besar APG 2018, yakni 'We AreOne.' Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari menerangkan bahwa tema 'We are One' terinspirasi dari semangat persatuan Pancasila.

Tema tersebut menyatakan, bahwa bangsa Indonesia adalah satu walau dengan latar belakang berbeda, baik suku, agama, bangsa hingga fisik. Tema ini selaras dengan Bhinneka Tunggal Ika.

Akhirnya, APG 2018 resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Pada kesempatan itu Presiden mengharapkan, melalui APG 2018 bangsa Indonesia bisa menunjukan kegigihan dan prestasinya.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Asian Para Game Tahun 2018, saya nyatakan dibuka. Selamat berjuang, sukses," kata Presiden.

APG 2018 yang diselenggarakan pada 6 - 13 Oktober 2018 diikuti lebih dari 3000 atlet dan lebih dari 2000 official. APG 2018 akan mempertandingkan 18 cabang olahraga serta 588 nomor pertandingan.

Hadir pada pembukaan APG 2018 Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI Oesman Sapta, Presiden Asian Paralympic Comitte Majid Rashed, Menpora Imam Nahrawi, Gubernur DKI Anies Baswedan, TNI, POLRI, serta lain-lainnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau