Kilas

Mudahnya Berinvestasi di Kota Semarang

Kompas.com - 15/10/2018, 21:44 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com – Wali kota Semarang Hendrar Prihadi terus menawarkan kemudahan pelayanan masyarakat.  Salah satunya, kemudahan bagi para investor dalam menanamkan modalnya di Kota Semarang.

Kota Semarang sebagai salah satu Smart City di Indonesia memiliki sejumlah aplikasi mobile yang difungsikan sebagai layanan pemberian informasi bagi masyarakat. Aplikasi mobile tersebut dibagi dalam beberapa klasifikasi, yakni smart governance. Misalnya aplikasi I-jus Melon, monitoring pajak, hoax search, smart branding (e-radio, wis semar, jendela informasi Semarang).

Ada juga smart economy (Semarang Digital Kreatif), smart living (PDAM Kota Semarang, panduan transportasi, ATCS Kota Semarang), smart society (BPJS Kesehatan, Pemandu Pendidikan, Aplikasi olahraga), dan smart environment (smart infrastruktur).

Semua aplikasi tersebut dapat diunduh di google playstore dan appstore. Selain itu, aplikasi-aplikasi tersebut juga bisa diakses melalui website Smart City Kota Semarang, www.semarangkota.go.id atau www.smartcity.semarangkota.go.id.

Selain menawarkan kemudahan bagi masyarakat melalui sejumlah aplikasi, Hendi juga menyediakan kemudahan bagi para investor yang akan menanamkan modal atau investasinya di Kota Semarang. Kemudahan tersebut berupa solusi inovatif dalam rangka peningkatan investasi dan pelayanan perizinan di Kota Semarang.

Para investor bisa mengakses Sistem Izin Investasi Mudah dan Terpadu (SI-IMUT). SI-IMUT menawarkan  beberapa pelayanan, seperti pemaketan perizinan, on-line sistem, digital signature, integrate system, dan mobile system.

Selain itu, Pemkot Semarang melalui DPM-PTSP juga menyediakan fasilitas Online Single Submission (OSS) untuk mempermudah pelaku usaha atau investor dalam mengajukan permohonan perizinan. Nantinya seluruh data perizinan dan pemenuhan persyaratan berusaha berada dalam satu sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik.

Alur permohonannya cukup mudah. Pertama, pemohon mendaftar ke OSS, dan kemudian OSS akan menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kedua, OSS memberitahu permohonan ke PTSP dan pemohon akan mendaftar dan memenuhi komitmen/persyaratan.

Setelah itu PTSP akan memverifikasi dan menerbitkan izin daerah, lalu mengkonfirmasi komitmen telah terpenuhi ke OSS. Dalam proses permohonan, disediakan pula Fasilitas Anoman (Anjungan Online Mandiri) yang menyediakan pendampingan kepada pemohon dalam proses perizinan OSS serta fasilitas untuk mengscan lampiran-lampiran permohonan izin sekaligus untuk upload.

Semarang Business Forum

Pemerintah Kota Semarang menyadari bahwa peningkatan investasi hanya bisa dilakukan jika ada sinergitas dengan para stakeholder. Salah satunya adalah pihak swasta. Peran pihak swasta ini sangat penting guna menjamin kondusifitas iklim investasi serta penyediaan infrastruktur.

Untuk mewadahi sinergitas tersebut, maka setiap tahun pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan Semarang Business Forum (Sem’Biz) guna menjaga hubungan komunikasi dengan pihak swasta. Tahun ini, Sem’Biz yang ke-13 akan dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2018.

Dalam forum ini, Hendi ingin mengajak para pelaku usaha atau calon investor lokal maupun nasional untuk turut serta mewujudkan kemandirian daerah dengan menanamkan modalnya di kota Semarang.

“Jika pelaku usaha mau menanamkan modalnya di Kota Semarang, berarti mereka juga membantu Kota Semarang untuk semakin mandiri. Semakin tinggi investasi di Kota Semarang berarti semakin pesat juga pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja juga terbuka lebar sehingga bisa mengurangi pengangguran. Kesejahteraan rakyat juga semakin meningkat,” ujar Hendi dalam rilis yang diterima Kompas.com Senin (15/10/2018).

Menurut dia, seluruh upaya yang dilakukan merupakan bentuk komitmennya bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Selain itu, melalui komitmen tersebut membuat kami terus berusaha untuk berinovasi dalam pemberian kemudahan bagi para calon investor yang akan menanamkan modalnya di Semarang. Semoga dengan kemudahan yang kami berikan, dapat menciptakan sinergi yang baik dan menarik semakin banyak investor datang ke Kota Semarang,” kata Hendi.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau