Advertorial

Gandeng Telkomsel, GenPI Jogja Kembangkan Watu Tapak Camp Hill

Kompas.com - 24/10/2018, 19:00 WIB

Yogyakarta – Destinasi digital makin bertebaran di Jogja. Terbaru, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jogja menghadirkan destinasi digital Watu Tapak Camp Hill. Lokasinya di Watu Tapak, Breksi, Sleman, Yogyakarta.

Destinasi digital ini dirancang dengan menggandeng perusahaan telekomunikasi nasional, Telkomsel. Seluruh pembayaran di Watu Tapak Camp Hill dapat dilakukan secara digital memalui T-Cash Telkomsel.

”Ini merupakan komitmen kami untuk terus melakukan terobosan bagi pengembangan pariwisata di Indonesia khususnya Jogja. Terlebih destinasi ini menggabungkan dua konsep yang tengah digenjot oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yaitu nomadic tourism serta digital destination," ujar Koordinator GenPI Jogja Nunung Elisabet, Senin (22/10).

Nunung Elisabet menambahkan, Watu Tapak Camp Hill akan beroperasi setiap hari. Destinasi ini diharapkan mampu mendukung keberadaan destinasi utama wisata Tebing Breksi. Karenanya, dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk mengembangkannya. 

”Kami ingin destinasi ini mampu mendorong dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Sekaligus mendukung peningkatkan aktivitas pariwisata di Kabupaten Sleman pada khususnya. Dan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya,” ungkap gadis yang akrab disapa Elzha ini.

Sementara itu menurut General Manager (GM) Sales Region Jawa Tengah dan DIY Retno Wardani, kerja sama pengembangan destinasi ini selaras dengan tujuan Telkomsel. Sebab, Telkomsel berkomitmen untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan. Caranya dengan experience digital lifestyle. 

Konsep ini pun semakin melengkapi jaringan 4G Telkomsel yang sudah mumpuni dan meng-cover Breksi. Jaringan internet merupakan pendukung utama terselenggaranya konsep wisata Digital Destination.

“Untuk mendukung gaya hidup digital, Telkomsel senantiasa meningkatkan kualitas jaringannya. Jaringan 4G Telkomsel akan memudahkan wisatawan di wilayah Breksi untuk berinteraksi dengan dunia luar. Dengan adanya Tcash sebagai salah satu opsi pembayaran, diharapkan wisatawan dapat bertransaksi lebih mudah dan aman di Watu Tapak Camp Hill,” terang Retno.

Watu Tapak Camp Hill merupakan salah satu bagian dari kawasan Taman Tebing Breksi. Lokasi ini memiliki spot terbaik untuk menikmati Jogja pada malam hari. 

Watu Tapak Camp Hill memiliki kontur tanah berundak yang menghadap ke utara dan barat. Hal ini membuat lanskap Jogja terlihat jelas dari lokasi ini. Ada Bandara Adi Sutjipto, Gunung Merapi hingga Candi Barong, Candi Prambanan dan Situs Ratu Boko.

Selain itu Watu Tapak Camp Hill melibatkan para pengusaha muda Jogja (foodtruck) sebagai pelaku kuliner. Konsep nomadic tourism pun dipertegas dengan fasilitas 50 tenda untuk amenitasnya. Dimana masing-masing tenda mampu menampung 4 orang dan lokasi campervan.

”Proyeksinya destinasi ini berpotensi menggaet 10 % dari total pengunjung Taman Tebing Breksi yang berkisar 1.000 pada hari kerja dan 3.000 akhir pekan. Artinya, akan ada sekitar 100 orang datang pada hari biasa dan 300 orang pada akhir pekan tanpa adanya orkestrasi secara khusus. Nah apalagi dengan orkestrasi dari GenPI di media sosial. Destinasi ini pasti akan booming,” ungkap Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono.

Senada dengan hal tersebut Manteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, terobosan yang Watu Tapak Camp Hill sangat menginspirasi. Hadirnya industri menandakan konsep destinasi digital ini mempunyai prospek luar biasa kedepannya.

"Selalu ingat 2C, sebagai komunitas harus memiliki Creative Values dan Commercial Values. Belajar berkolaborasi, belajar services, belajar berbisnis melalui Digital Destination. Saya yakin makin banyak industri yang akan melirik destinasi digital ini," terang Mantan Dirut PT Telkom tersebut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau