Advertorial

Jaring Wisman Inggris, Kemenpar Gelar Sales Mission

Kompas.com - 31/10/2018, 10:08 WIB

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin gencar mengeksplorasi pasar wisatawan Eropa. Terbaru, Kemenpar berencana menggelar Sales Mission untuk merayu wisatawan asal Inggris.

Sales mission akan digelar di 2 kota besar sekaligus. Pertama di Kota Manchester yang akan disambangi pada 30 Oktober, kemudian di London pada 1 November 2018.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional IV (Eropa) Kemenpar Agustini Rahayu, Sales Mission merupakan kerjasama Kemenpar dengan industri pariwisata Indonesia dan KBRI di London.

Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan promosi serta penjualan industri pariwisata Indonesia yang berpartisipasi pada WTM London 2018. Dimana WTM London 2018 akan digelar di London dari tanggal 5-7 November 2018.

"Sales Mission ini merupakan rangkaian aktivitas pemasaran pariwisata Indonesia menggandeng industri yang juga berpartisipasi pada WTM London 2018 agar efisien dan efektif menjaring wisman asal Inggris," ujar Agustini, Minggu (28/10).

Kemenpar dipastikan akan tampil maksimal. Hal ini terlihat dengan diboyongnya 18 industri pariwisata Indonesia. Dimana mereka ini terdiri dari Tour Operator/Travel Agent, serta Akomodasi. Mereka akan dipertemukan langsung dengan 40 industri pariwisata Inggris.

"Kegiatan ini diharapkan menunjukkan konsistensi promosi pariwisata Indonesia di Inggris. Selain itu sekaligus meningkatkan awareness masyarakat Inggris terhadap pariwisata Indonesia. Serta mendorong lebih banyak lagi kerja sama bisnis untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asal Inggris ke Indonesia," ungkapnya.

Masuknya industri pariwisata Indonesia ke Inggris ini tentu sangat tepat. Dari perspektif statistik, kunjungan wisatawan asal Inggris ke Indonesia menunjukkan angka positif.

Pada 2016, tercatat 328.882 wisatawan asal Inggris mengunjungi Indonesia. Jumlah ini meningkat 17,37 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara tahun 2017, terdapat lebih banyak wisatawan Inggris yang mengunjungi Indonesia.

Dilaporkan sejumlah 361.197 wisman Inggris datang ke Indonesia atau meningkat 9,8 persen dari tahun 2016. Hingga Agustus 2018, tercatat sekitar 264.023 wisman asal Inggris mengunjungi Indonesia atau sekitar 67,52 persen dari total target wisman Eropa 2018.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, wilayah Eropa terus menunjukkan tren positif selama beberapa tahun terakhir. Inggris, Perancis, Jerman, Belanda dan Rusia adalah lima besar pasar Eropa untuk Indonesia.

Statistik menunjukkan nilai pasar wisatawan dari negara-negara tersebut mencapai lebih dari 1 juta dolar AS dengan rata-rata lama menginap hampir dua minggu (13,97 hari).

“Kemampuan spending wisatawan Eropa cukup besar. Kedatangan mereka tentunya menguntungkan perekonomian. Bukan hanya pihak hotel saja yang untung, sektor kuliner, sektor transportasi, bahkan UMKM yang menjual souvenir akan kebagian manfaatnya. Untuk itu kami terus berusaha melebarkan sayap ke negara-negara Eropa lainnya," ujar Menpar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau