Kilas

Buka Christmas Festival 2018, Olly Puji Kerukunan di Sulawesi Utara

Kompas.com - 02/12/2018, 17:35 WIB

MANADO, KOMPAS.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengapresiasi kerukunan antar umat beragama warga Sulut. Dia mengaku bersyukur atas keadaan kondusif yang tercipta.

"Saya bersyukur menjadi Gubernur Sulawesi Utara karena masyarakatnya sangat cinta kedamaian sehingga banyak hal positif yang bisa diselesaikan bersama," kata Olly dalam siaran tertulis, Minggu (2/12/2018).

Kerukunan serta keadaan kondusif tersebut tercermin dari pembukaan acara acara Christmas Festival 2018 di Kawasan Pohon Kasih Megamas, Sabtu (1/12/2018).

Grup kasidah remaja Masjid Firdaus Manado mewarnai acara pembukaan dengan alunan irama padang pasir yang merdu ditambah bunyi khas hentakan rebana. Penampilan grup kasidah tersebut menjadi simbol kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara.

Hal itu sejalan dengan tema yang diusung Christmas Festival 2018 yaitu “Kerukunan Melambangkan Persatuan.”

Tema tersebut semakin diperkuat dengan penampilan vokal grup yang menyanyikan lagu-lagu gospel atau rohani Kristen hingga doa yang disampaikan.

Gubernur Olly pun mengapresiasi kerukunan masyarakat Sulawesi Utara. Dia menyebut kerukunan menjadi kunci keberhasilan pembangunan Sulut hingga saat ini.

Ia menegaskan, semua capaian positif Sulut selama ini merupakan hasil dari kehidupan masyarakat Sulut yang rukun dan damai.

Capaian tersebut di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi Sulut sebesar 6,23 persen hingga meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut selama 2018.

Lebih lanjut, Olly juga mengapresiasi peranan Presiden RI Joko Widodo terhadap pembangunan infrastruktur di Sulut. Salah satunya proyek waduk Kuwil di Minahasa Utara dan bendungan di Bolmong yang akan diresmikan pada 2019 mendatang.

Selain itu, pada Desember 2018 ini juga akan dilakukan ujicoba pada sebagian ruas jalan tol Manado-Bitung.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang banyak membantu pembangunan infrastruktur di Sulut," ucap Olly.

Status kewarganegaraan

Menariknya, pada pembukaan Christmas Festival ini dirangkaikan dengan penyerahan SK Penegasan Status Kewarganegaraan RI oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Yasonna H. Laoly kepada 277 masyarakat Sangihe-Philipina dan Philipina-Sangihe. Pasalnya, mereka telah puluhan tahun tinggal di Kota Bitung, namun belum memiliki identitas jelas.

"Hak status kewarganegaraan adalah hak konstitusional dan juga hak asasi manusia. Ini merupakan perhatian dari Presiden Jokowi sekaligus perwujudan program nawacita," kata Yasona kepada para masyarakat penerima SK Status Kewarganegaraan.

Gubernur Sulut Olly Dondonkambey menyerahkan SK Penegasan Status Kewarganegaraan RI kepada 277 masyarakat Sangihe-Philipina Philipina-Sangihe yang telah puluhan tahun tinggal di Kota Bitung namun belum memiliki identitas jelas, Sabtu (1/12/2018)Dok. Humas Pemprov Sulut Gubernur Sulut Olly Dondonkambey menyerahkan SK Penegasan Status Kewarganegaraan RI kepada 277 masyarakat Sangihe-Philipina Philipina-Sangihe yang telah puluhan tahun tinggal di Kota Bitung namun belum memiliki identitas jelas, Sabtu (1/12/2018)

Terkait pelaksanaan Christmas Festival, Laoly menyebutnya sebagai acara yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kegiatan ini selain menguatkan iman juga menjadi event tahunan yang menjadi ajang pariwisata untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat. Natal juga adalah peristiwa besar bahwa manusia diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan. Kita sebagai umat-Nya melakukan perayaan untuk menghormati kasih-Nya kepada kita," ucap Yasona.

Sebagai informasi, pada pembukaan Christmas Festival 2018 juga dilaksanakan berbagai acara, yaitu parade santa, terjun payung, ibadah oikumene.

Ada juga penyerahan bantuan kepada panti asuhan dan konser rohani yang menampilkan bintang tamu Marcello Tahitoe atau yang dikenal dengan Ello.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau