Advertorial

Kemenpar Dukung Lion Air Buka Rute Penerbangan Bangkok-Denpasar

Kompas.com - 17/12/2018, 10:25 WIB

Jakarta – Tahun 2017 lalu, Thai Lion Air menutup rute Denpasar-Bangkok. Erupsi Gunung Agung jadi salah satu pemicunya. Kini, Kementerian Pariwisata mendukung agar rute itu dihadirkan kembali. Harapannya, target kunjungan wisatawan mancanegara ikut terkatrol. Aktivasi kembali rute ini dijadwalkan pada 21 Desember nanti.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, khusus kunjungan wisman dari Thailand ditarget sebanyak 120 ribu orang. Peningkatan tersebut diikuti dengan keputusan Kemenpar mengeluarkan kebijakan seperti free visa untuk 169 negara. Termasuk menggencarkan hardselling dan kerjasama dengan maskapai penerbangan serta wholesalers.

"Indonesia melalui Kemenpar akan mendukung kembali rute penerbangan Bangkok ke Denpasar yang akan mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, yang sempat ditutup pada akhir 2017 lalu. Saat itu, penutupan dilakukan karena peristiwa meletusnya Gunung Agung di Bali," ujarnya.

Ajang ini merupakan event yang sangat potensial untuk melanjutkan program promosi Kemenpar, yang fokus pada kerjasama airlines. Ini memungkinkan para pelaku industri penerbangan di Indonesia memperluas jejaring pasar mereka melalui pembukaan rute-rute baru. Termasuk dengan menambah frequensi penerbangan mereka.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh menambahkan, Thai Lion Air akan terbang kembali ke Bandara Ngurah Rai Bali dengan menggunakan pesawat tipe Boeing 737 - 900 ER. Kapasitasnya 215 seats.

"Dari Bangkok, Thai Lion Air akan melakukan Daily Flight ke Denpasar (DPS), berangkat dari Bandara Don Mueang (DMK) dengan frekuensi penerbangan 1x sehari dengan kode SL 258 pada pukul 14:55 - 18:30 (rute DMK - DPS). Lalu, kembali ke Thailand dengan kode SL 259 pada jam 19:20 - 23:05 (DPS - DMK)," jelasnya.

Pada penerbangan perdananya, Thai Lion Air juga akan membawa 15 Travel Agent Thailand peserta famtrip. Mereka diundang oleh Kemenpar untuk melakukan Famtrip ke destinasi Bali. 

Selain sebagai ajang promosi destinasi wisata Bali kepada masyarakat Thailand, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan jumlah wisman yang signifikan. Khususnya Thailand, dari hasil penjualan paket wisata ke Bali.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, dukunganan Kemenpar kepada Thai Lion Air, merupakan salah satu upaya untuk melanjutkan program promosi berupa kerjasama dengan pelaku airlines. Dimana, Kemenpar mulai menggencarkan strategi join promotion, terutama pada pasar seperti Thailand. Antara lain dengan melakukan program famtrip untuk para Travel Agent Thailand yang menjual paket wisata ke Indonesia.

Selain akan mendukung famtrip 15 Travel Agent, Kemenpar juga akan mendukung Thai Lion Air dengan program Incentives Cash. Syaratnya, Thai Lion Air harus dapat membawa wisman ke Indonesia dengan rute baru ataupun originasi baru.

 "Kita sangat berharap banyak paket wisata ke Indonesia terjual langsung kepada masyarakat Thailand. Pada akhirnya, hal itu dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman Thailand ke Indonesia," pungkasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau