Advertorial

Jadi Mitra Resmi Hannover Messe 2021, Indonesia Siap Pamerkan Ketahanan Industri Pascapandemi

Kompas.com - 23/12/2020, 12:47 WIB

KOMPAS.com – Indonesia menjadi negara mitra resmi (official partner country) Hannover Messe yang akan digelar pada 12 hingga 16 April 2021. Keikutsertaan ini diharapkan menjadi momen unjuk gigi bahwa industri nasional mampu bertahan pascapandemi Covid-19.

Untuk diketahui, Hannover Messe merupakan ekshibisi teknologi industri skala dunia. Karenanya, gelaran ini menjadi kesempatan bagi Indonesia menampilkan transformasi ekonomi, khususnya bidang industri.

Hal itu perlu dilakukan karena Indonesia terbukti mampu melewati masa sulit, sebagaimana diungkapkan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika, dan Timur Tengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenperin) Fajar Wirawan Harijo.

Fajar mengatakan, pandemi Covid-19 menggerus memang perekonomian hampir seluruh negara di dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri anjlok hingga minus 5,32 persen pada kuartal II 2020.

“Namun, (pertumbuhan ekonomi) Indonesia membaik meski masih terkontraksi 3,49 persen pada kuartal III 2020. Harapannya, pertumbuhan dapat bergerak ke angka atau ranah positif pada kuartal selanjutnya,” kata Fajar dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (22/12/2020).

Fajar juga menilai bahwa kebijakan pemerintah sebenarnya sudah on the right track. Ini dilihat dari penerapan Revolusi Indonesia 4.0 sebagai upaya transformasi ekonomi.

“Langkah itu dimaksudkan untuk merevitalisasi manufaktur sebagai bentuk mitigasi di industrialisasi,” jelasnya.

Sejalan dengan tema besar Hannover Messe 2021, yaitu Industrial Transformation, Indonesia akan mengusung tema “Making Indonesia 4.0” dengan tagline “Connect to Accelerate” dalam pameran tersebut.

Terdapat tujuh sektor prioritas nasional yang akan dipamerkan Indonesia dalam ajang Hannover Messe tahun depan. Sektor tersebut adalah makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, elektronik, kimia, farmasi, serta peralatan medis.

Lewat tujuh sektor yang sudah menerapkan industri 4.0 tersebut, peluang peningkatan produktivitas tenaga kerja diharapkan terjadi. Dengan begitu, Indonesia dapat meningkatkan daya saing dan meningkatkan pangsa pasar global.

Lebih dari itu, keterlibatan Indonesia di Hannover Messe menjadi peluang untuk menjalin kerja sama investasi yang dapat diwujudkan dalam bentuk relokasi investasi industri dan pengembangan global supply chain.

Selain dapat meningkatkan investasi, ajang Hannover Messe dapat digunakan untuk diplomasi ekonomi dan budaya, mendorong ekspor kerja sama industri, serta transfer teknologi.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Dody Widodo mengatakan, Indonesia telah menyatakan kesiapan sektor manufaktur untuk bertransformasi ke arah era industri 4.0.

Karena itu, kata Dody, pameran teknologi industri berskala dunia itu merupakan kesempatan bagi industri manufaktur untuk menunjukkan kemampuannya di mata dunia.

“Kehadiran Indonesia sebagai partner country Hannover Messe 2021 harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekuatan teknologi industri serta mendorong keterhubungan industri Indonesia dengan jejaring rantai suplai global,” ujar Dody.

Dengan begitu, tambah Dody, hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi Indonesia dengan Jerman bisa semakin kuat. Tak hanya terbatas pada perdagangan, investasi, dan industri, tapi juga menyentuh pada dimensi pembangunan berkelanjutan (sustainability development).

Guna menyukseskan partisipasi Indonesia dalam Hannover Messe 2021, Dody mengharapkan adanya dukungan dari semua kalangan, khususnya kementerian dan lembaga terkait, serta para pelaku industri.

“Hal itu penting karena berfungsi sebagai national branding. Ini artinya, menunjukkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru perekonomian dunia, serta pemain manufaktur global dengan visi misi yang jelas dan terarah,” terang Dody.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau