Advertorial

Meriahkan Hari BBI, Tokopedia dan GoSend Bagi-bagi Promo dan Diskon

Kompas.com - 07/05/2021, 17:49 WIB

KOMPAS.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi menetapkan tanggal 5 Mei sebagai Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI), Rabu (5/5/2021).

Gerakan tersebut merupakan bagian dari kampanye nasional untuk mempromosikan merek dan produk Indonesia.

 Mengusung tema “Semakin Bangga Buatan Indonesia”, penyelenggaraan Hari BBI tahun ini diadakan secara daring hingga Kamis (13/5/2021) dan diikuti oleh 72 platform e-commerce di Indonesia.

Salah satu platform e-commerce yang turut memeriahkan gerakan tersebut adalah TokopediaMarketplace terbesar di Indonesia tersebut menyediakan promo GoSend  hingga Rp 20.000 untuk pengiriman instant dan same day.

Selain promo GoSend Tokopedia, masyarakat juga bisa menikmati promo lainnya, seperti produk serba Rp 5.000, bebas ongkos kirim (ongkir) hingga Rp 50.000, dan cashback hingga Rp 600.000.

Untuk memudahkan berbelanja dengan promo Tokopedia Gosend, pelanggan bisa mengunjungi halaman khusus BBI yang menampilkan kurasi produk lokal.

Chief Executive Officer (CEO)dan Founder Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, penetapan hari BBI sejalan dengan komitmen Tokopedia untuk #SelaluAdaSelaluBisa.

Selain itu, William menilai bahwa kehadiran BBI juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam ekosistem Tokopedia.

“Contohnya Stayhoops dari kategori fashion di Tokopedia yang berhasil mencatat kenaikan rata-rata transaksi bulanan menjadi 38 kali lipat selama Januari 2021,” ujar William melalui rilis resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (6/5/2021).

Tak hanya itu, berdasarkan riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), 7 dari 10 pelaku usaha di Tokopedia mengalami kenaikan volume penjualan dengan median sebesar 133 persen pada 2020.

Riset tersebut juga mengungkapkan tiga provinsi dengan peningkatan penjualan tertinggi di Tokopedia, yakni Nusa Tenggara Barat NTB (144,6 persen), Sulawesi Tengah (73,4 persen), dan Sulawesi Selatan (73,3 persen).

Sementara, tiga provinsi dengan peningkatan jumlah pelaku usaha tertinggi di Tokopedia selama pandemi adalah Bali (66,2 persen), Yogyakarta (42,2 persen), dan DKI Jakarta (28,3 persen).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI) Muhammad Lutfi mengatakan, penetapan Hari BBI 2021 merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo agar momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.

“Untuk itu, beberapa kebijakan dan program perlu dilakukan agar konsumsi masyarakat dapat terus meningkat . Utamanya di tengah kebijakan peniadaan mudik,” katanya.

Selain itu, Lutfi berharap, adanya Hari BBI akan memacu tingkat konsumsi masyarakat, terutama terhadap produk asli Indonesia.

"Demi memacu tingkat konsumsi, 72 platform e-commerce bersama-sama pemerintah akan memberikan subsidi ongkir. Ini sudah berjalan. Jadi kalau teman-teman ingin melakukan pembelian, di halaman utama sudah tertera gratis ongkir sampai Rp 20.000," jelasnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Johnny G Plate juga berharap bahwa penyelenggaraan BBI secara daring dapat memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri.

“Dengan berbelanja secara daring, diharapkan juga mobilitas masyarakat dapat semakin berkurang,” ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau