Advertorial

Masa Ramadhan dan Idul Fitri Usai, Satgas RAFI 2021 Pertamina Akhir Penugasan

Kompas.com - 18/06/2021, 18:02 WIB

KOMPAS.com – Usai sukses melayani kebutuhan energi masyarakat dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan liquid petroleum gas (LPG), Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2021 PT Pertamina (Persero) resmi mengakhiri masa tugasnya, Senin (31/5/2021).

Sejak dimulai pada Senin (26/4/2021), kinerja Satgas RAFI Pertamina 2021 ditopang oleh sejumlah langkah penguatan. Langkah tersebut mengintegrasikan operasional seluruh lini perusahaan, mulai dari hulu, pengolahan, hingga hilir.

Sebagai informasi, Satgas RAFI 2021 ditugaskan untuk memastikan ketahanan pasokan secara nasional tetap terjaga dan melayani peningkatan konsumsi energi yang diperlukan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa dan Lebaran.

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono mengatakan, ketahanan stok BBM pada periode tersebut mencapai 17-30 hari, LPG 16 hari, dan avtur 73 hari.

“Stok di terminal BBM dan terminal LPG dalam kondisi aman. Suplai pasokan ke terminal bahan bakar minyak (TBBM) melalui kapal ataupun pipa juga berjalan dengan baik dan lancar,” kata Mulyono dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (18/6/2021).

Terkait aspek ketersediaan produk, lanjut Mulyono, Satgas RAFI 2021 berhasil menyalurkan BBM sebanyak 92,4 kiloliter (KL) per hari atau naik 34,5 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, gasoline dan gasoil yang disalurkan juga mengalami kenaikan mencapai 36,7 KL atau setara dengan 24,6 persen dari tahun sebelumnya.

Adapun untuk realisasi penyaluran LPG selama masa Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah mencapai 27,3 metrik ton per hari atau naik hingga 9,2 persen jika dibandingkan pada masa Satgas RAFI 2020.

Sementara, konsumsi avtur mengalami lonjakan permintaan yang cukup tinggi, yaitu 5,4 KL per hari atau setara dengan 176,7 persen.

Untuk permintaan penyaluran gas, Pertamina berhasil menjangkau 4.181 pelanggan komersial dan 503.601 pelanggan jaringan gas (jargas).

Pada operasional kilang, Pertamina mengalami peningkatan produksi yang mencapai 4 persen dari estimasi atau sekitar 857,3 million barrel steam per day (MBSD). Angka ini sesuai dengan jumlah kapal sebanyak 255 armada yang beroperasi untuk melayani kebutuhan energi di Indonesia.

Selain itu, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi dalam periode Ramadhan dan Idul Fitri, Pertamina pun menyiagakan sarana dan fasilitas tambahan dalam penyaluran BBM dan LPG.

Fasilitas tambahan tersebut terdiri atas 738 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Siaga, 63 SPBU di jalan tol, 32 Pertashop, dan 148 unit mobil tangki standby, motorist atau Pertamina Delivery Service (PDS) sebanyak 193 unit, mobile dispenser 2 titik, serta 48.207 agen dan outlet LPG Siaga.

Pada kesempatan tersebut, Mulyono juga menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras holding ataupun subholding demi mendukung kelancaran distribusi BBM, LPG, dan avtur selama periode Satgas RAFI 2021.

“Manajemen Pertamina mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan pemerintah daerah (pemda),” imbuhnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau