Advertorial

Perkuat Sinergi Pertamina Group, PGN dan PIS Tingkatkan Utilitas LNG

Kompas.com - 25/06/2021, 20:23 WIB

KOMPAS.com –PT Pertamina (Persero) terus mendorong percepatan program gasifikasi sebagai inisiatif strategis menyambut transisi energi melalui sinergi subholding. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan utilisasi liquefied natural gas (LNG) domestik.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) atau PGN sebagai subholding gas dan PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai subholding Shipping dan Integrated Marine Logistic Company, Jumat (25/6/2021). Tujuannya, untuk optimasi pengelolaan dan LNG nasional yang terintegrasi di Pertamina Group.

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan head of agreement (HoA) kerja sama mengenai penyediaan LNG carrier (kapal LNG) dan fasilitas bunkering LNG oleh Direktur Utama PGN M Haryo Yunianto dan Direktur Utama PIS Erry Widiastono. Proses penandatangan HoA disaksikan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Kerja sama tersebut diproyeksikan akan meningkatkan pemanfaatan volume LNG hingga 270 billion british thermal unit per day (BBTUD).

Adapun kolaborasi tersebut meliputi dua hal. Pertama, penyediaan LNG carrier oleh PIS dan sarana pendukungnya untuk memenuhi kebutuhan proyek serta kegiatan trading LNG PGN.

Kedua, penyediaan LNG dan fasilitas bunkering oleh PGN guna mengonversi kapal-kapal PIS yang berbahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar berbasis LNG. Pilot project ditargetkan pada lima kapal support vessel (new build) milik PIS.

Kolaborasi tersebut tidak saja berimplikasi secara bisnis, tetapi juga sebagai wujud komitmen penerapan environmental, social and governance (ESG) di Pertamina Group dalam rangka mengurangi emisi karbon atau dekarbonisasi.

Pada kesempatan itu, Nicke menyampaikan, kerja sama internal ini menjadi captive market serta akan membawa hal positif bagi PGN dan PIS. Kerja sama ini pun akan berlanjut ke subholding lain. Dengan demikian, peran kedua subholding dalam persaingan pasar eksternal semakin kuat.

Menurutnya, sinergi tersebut sangat diperlukan. Sebab, di masa depan PGN akan berperan penting dalam transisi energi di Indonesia. Khususnya, dalam energi hijau yang memerlukan resources besar dan tidak dapat dikerjakan sendiri.

“Bagi PIS, penyediaan LNG dan fasilitas LNG bunkering untuk mendukung PIS dalam mengoperasikan eco-green vessel sejalan dengan penerapan standar global International Maritime Organization (IMO) 2020," ujar Nicke dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Jumat.

Lebih lanjut, imbuh Nicke, kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan tidak menjadi hambatan bagi PGN untuk membangun pipa ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian tengah dan bagian timur dengan skema virtualpipeline.

"Virtual pipeline akan disinergikan dengan LNG vessel milik PIS. Ini sama halnya dengan transmission gas pipeline yang akan menghasilkan captive market sehingga PGN dapat mengembangkan bisnis distribusi gas di seluruh pulau-pulau di Indonesia," kata Nicke.

Hal tersebut disambut oleh Haryo. Ia menjelaskan bahwa ketersediaan LNG carrier akan mendukung kegiatan LNG trading PGN di domestik dan regional Asia. Sinergi dengan PIS bermanfaat dalam roadmap perencanaan bisnis LNG ke depan.

"Selain untuk keandalan energi dan manfaat ekonomi, trading LNG yang masif juga menjadi upaya menuju transisi energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” ujar Haryo.

Senada dengan Haryo, Erry Widiastono menuturkan, sebagai bagian dari Pertamina Group, PIS telah mencermati berbagai proyek PGN ke depan, seperti Kepmen-13, Teluk Lamong, floating storage regasification unit (FSRU) di beberapa lokasi, serta trading PGN. Menurutnya, terdapat kebutuhan akan transportasi, storage, serta regasifikasi di laut dan sungai.

"Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi PIS yang memiliki proses bisnis sebagai Subholding Shipping dan Integrated Marine Logistic Company,” kata Erry.

Sebagai informasi, saat ini PIS mengelola dan mengoperasikan lebih dari 750 kapal yang terdiri dari kapal milik dan sewa.

Pada Juni 2021, PGN dan PIS juga telah menandatangani HoA dalam proyek infrastruktur LNG terintegrasi untuk pengembangan bisnis Refinery Unit (RU) IV Cilacap dengan menggunakan satu unit LNG carrier untuk dioperasikan selama 20 tahun.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau