Advertorial

Pertamina Berhasil Turunkan Emisi Karbon 3.000 Ton per Tahun dari PLTS Badak LNG

Kompas.com - 16/08/2021, 17:53 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha Pertamina NRE (PNRE), PT Badak LNG, berhasil menurunkan emisi karbon lebih kurang sebesar 3.000 ton per tahun.

Penurunan emisi karbon tersebut merupakan salah satu komitmen Pertamina pada praktik environmental, social, dan good governance (ESG), khususnya pada aspek penanganan perubahan iklim.

Untuk diketahui, PLTS Badak LNG dipasang oleh PNRE sejak 2019. PLTS ground mounted ini berkapasitas total 4 megawatt (MW) dan dibangun di atas lahan seluas sekitar 4 hektare milik PT Badak NGL.

PLTS tersebut terintegrasi dengan kilang LNG Badak dan memproduksi listrik untuk kebutuhan kilang, perkantoran, dan perumahan.

Pada 2020, PLTS Badak LNG memproduksi listrik sebesar hampir 5 gigawatt-jam (GWh). Hingga Juli 2021, PLTS ini telah memproduksi 2,5 GWh. 

PLTS Badak LNG merupakan bagian dari transisi energi di lingkungan internal Pertamina. Seperti diketahui, target jangka panjang pemasangan PLTS di internal Pertamina mencapai 500 MW dan akan dilaksanakan secara bertahap.

Pemasangan PLTS meliputi fasilitas proses inti seperti aset hulu, kilang, dan terminal bahan bakar minyak (BBM), serta fasilitas perkantoran dan pendukung lainnya. Pada fasilitas proses inti, PNRE akan bekerja sama dengan mitra strategis untuk melakukan pemasangan PLTS.

Chief Executive Officer PNRE Dannif Danusaputro mengatakan, pihaknya terus menggenjot upaya transisi energi. Upaya ini sejalan dengan Grand Strategi Energi Nasional.

“Area operasi Pertamina merupakan sasaran utama kami saat ini karena kebutuhan listrik di area Pertamina sendiri mencapai sekitar 1,5 GW yang sebagian besar masih berbasis bahan bakar fosil. Sementara, potensi yang kami proyeksikan saat ini untuk dapat dikonversi ke PLTS sebesar 500 MW,” ujar Dannif dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (16/8/2021).

PLTS sendiri menjadi salah satu energi terbarukan yang sedang gencar digalakkan pemasangannya karena memiliki potensi yang sangat besar.

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi tenaga surya di Indonesia mencapai 208 GW.

Selain potensi itu, PLTS juga punya keunggulan lain, yakni waktu instalasi relatif singkat dan biaya investasi tidak mahal. Kelebihan ini membantu mempercepat pencapaian target bauran energi serta penurunan emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030.

Tak hanya penurunan emisi karbon yang dihasilkan, PLTS memberikan keuntungan ekonomis bagi penggunanya, yaitu penghematan biaya penggunaan listrik.

President Director & CEO PT Badak NGL Gema Iriandus Pahalawan menuturkan, pihaknya turut mendukung program pemerintah dalam penurunan emisi karbon dioksida dengan semangat sinergi Pertamina Grup.

Gema menambahkan, pemanfaatan energi listrik dari PLTS Badak LNG untuk operasional Kilang LNG Bontang merupakan diversifikasi sumber energi bagi perusahaan.

“Hal ini dapat memberikan penghematan biaya operasi sekitar Rp 5 miliar per tahun yang secara tidak langsung dinikmati oleh para produsen gas," tutur Gema.

Selain pada area operasi Pertamina, PNRE juga sedang gencar untuk memasang PLTS pada stasiun pengisian bakar umum (SPBU). Pada 2020, sebanyak 63 SPBU telah terpasang PLTS dan tahun ini diproyeksikan akan terpasang setidaknya di 200 SPBU di Pulau Jawa. Dalam jangka panjang, PNRE menargetkan PLTS terpasang di 1.000 SPBU.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau