Advertorial

BPSDM Kemendagri dan Ditjen Aptika Kemenkominfo Adakan Sosialisasi dan Bimtek untuk Tingkatkan Kompetensi Digital ASN

Kompas.com - 30/03/2022, 10:50 WIB

KOMPAS.com - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan program Sosialisasi dan Bimbingan Teknologi (Bimtek) Sistem Informasi Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Terpadu Berbasis Cloud.

Program tersebut diadakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai Senin (28/3/20220) hingga Kamis (31/3/2022).

Adapun program pengembangan kapasitas SDM itu didasari atas lonjakan pengaplikasian teknologi atau transformasi digital pada setiap sistem penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik di era industri 4.0 dan pandemi Covid-19.

Lewat sosialisasi dan bimtek, aparatur sipil negara (ASN) diperkenalkan dengan sistem informasi berbasis cloud sebagai media alternatif dari pengembangan kompetensi terpadu berbasis teknologi informasi.

Nantinya, platform berbasis cloud tersebut akan digunakan oleh seluruh ASN di Kemendagri dan pemerintah daerah (pemda).

Sistem tersebut diharapkan dapat memfasilitasi pemetaan kompetensi, sertifikasi, monitoring, dan evaluasi terhadap ASN.

Selain itu, sistem tersebut juga akan memfasilitasi kebutuhan pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelatihan (JP) per tahun.

Hal tersebut sesuai dengan mandat Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN jo Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen ASN.

Sekretaris BPSDM Kemendagri Endang Try Setyasih mengatakan, ASN dengan kompetensi digital sudah menjadi kebutuhan di pemerintahan.

Melalui program sosialisasi dan bimtek itu pula, ASN yang unggul, inovatif, berintegritas, berorientasi melayani, adaptif, kompeten, harmoni, loyal, serta kolaboratif diharapkan dapat tercipta.

“Pengembangan kompetensi ASN akan dilakukan dengan metode strategic learning, method, ambience, role model, dan technique (SMART). Kemudian, pengembangan tersebut akan diarahkan pada ruang belajar yang sesuai dengan tuntutan global,” ujar Endang dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (30/3/2022).

Untuk memenuhi tuntutan tersebut, lanjut Endang, pemerintah akan memanfaatkan teknologi informasi yang dapat diakses tanpa terbatas ruang dan waktu, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur.

Endang juga mengingatkan bahwa penggunaan teknologi digital di masyarakat akan semakin meningkat, mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Transformasi digital adalah tantangan sekaligus peluang untuk mendorong perubahan secara sistematis dalam pengembangan kompetensi ASN. Dengan begitu, kami bisa mewujudkan ASN yang unggul, profesional, dan berintegritas,” jelas Endang.

Sebagai informasi, jumlah peserta undangan yang hadir pada kegiatan tersebut sebanyak 41 orang. Peserta mewakili BPSDM serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, NTT, dan Bali.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau