Advertorial

Jamin Ketersediaan Stok BBM untuk Arus Balik Mudik, Pertamina Minta Masyarakat Tak Khawatir

Kompas.com - 05/05/2022, 15:40 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menjamin ketersediaan dan kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM) pada arus balik mudik Hari Raya Idul Fitri 2022.

Oleh karena itu, Pertamina meminta masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan kelangkaan BBM saat arus balik Lebaran.

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono sekaligus Ketua Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) Pertamina 2022 mengatakan, semua lembaga penyalur BBM yang ada di jalur mudik telah dicek agar siap menghadapi arus balik mudik Lebaran.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kata Mulyono, ketersediaan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dinilai siap dan dalam kondisi aman.

"Kami melakukan pengecekan stok BBM untuk persiapan arus balik mulai dari H+1 Lebaran. Para Perwira (pekerja Pertamina) di lapangan dan SPBU yang ada di jalur mudik sepanjang pulau Jawa juga sudah siap dan aman," ujar Mulyono dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (5/5/2022).

Mulyono menambahkan, pihaknya juga menerapkan berbagai kebijakan agar ketersediaan atau stok BBM tetap terjaga selama arus balik Lebaran.

"Salah satunya, kapasitas tangki timbun SPBU dijaga minimal hingga 80 persen. Kami juga sudah siapkan SPBU kantong, yakni mobil tangki berisi BBM yang siaga jika dibutuhkan," kata Mulyono.

Maka dari itu, Mulyono mengimbau kepada masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Lebaran agar tenang dan tidak perlu khawatir akan kekurangan BBM di SPBU.

Mulyono melakukan pemantauan stok BBM dengan Pertamina Integrated Enterprise Data and Center Command (PIEDCC). Dok. Pertamina Mulyono melakukan pemantauan stok BBM dengan Pertamina Integrated Enterprise Data and Center Command (PIEDCC).

Mulyono menyampaikan, puncak arus balik mudik diperkirakan terjadi pada 6-8 Mei 2022.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena Pertamina telah memastikan stok BBM untuk arus balik aman. Tidak hanya untuk moda transportasi darat, tetapi juga untuk moda transportasi laut dan udara," tegas Mulyono.

Tak hanya melakukan peninjauan ke lapangan, jajaran direksi dan manajemen Pertamina juga melakukan pemantauan data ketersediaan dan penyaluran BBM melalui Pertamina Integrated Enterprise Data and Center Command (PIEDCC).

Sebagai informasi, PIEDCC adalah pusat informasi penyaluran energi secara real time, mulai dari upstream, kilang, perkapalan, terminal BBM, hingga SPBU 24 jam.

"Kami juga punya Satgas Rafi yang yang akan terus siaga dan bekerja maksimal hingga seminggu setelah Lebaran. Tim ini siaga 24 jam dalam menjamin ketersediaan dan penyaluran energi yang aman untuk masyarakat," kata Mulyono.

Dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2022, ada sejumlah upaya yang telah dilakukan oleh Pertamina.

Pertama, memastikan stok BBM di lebih dari 7.000 SPBU aman, termasuk 1.370 SPBU di wilayah jalur potensial, seperti jalur tol, wisata, dan logistik yang beroperasi 24 jam.

Kedua, lebih dari 48.000 agen dan outlet liquefied petroleum gas (LPG) khusus di wilayah dengan tingkat permintaan tinggi saat Ramadhan dan Idul Fitri disiagakan hingga 24 jam.

Ketiga, mengoperasikan 84 Kiosk Pertamina Siaga yang tersebar di 47 lokasi penyedia Pertamax dan Dex Series.

Keempat, menyiapkan 339 unit layanan Motorist atau pengantaran BBM (Pertamax dan Dex Series) untuk konsumen yang tengah berada di lokasi kemacetan.

Kelima, menyiapkan 154 unit mobil tangki yang disiagakan sebagai kantong atau cadangan suplai BBM.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau