Advertorial

Kejar Target Capaian Net Zero Emission Nasional, BPSDM Kementerian ESDM Siapkan SDM Andal

Kompas.com - 23/06/2022, 20:19 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon demi mencapai Net Zero Emission (NZE). Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sejumlah upaya. Salah satunya, pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam bidang lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Kementerian ESDM Prahoro Nurtjahyo dalam acara Embassies Forum di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (22/6/2022).

Untuk diketahui, acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dan Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Yudo Priaadi.

Selain itu, hadir pula sejumlah perwakilan negara tetangga, seperti Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Inggris.

“Dalam rangka mencapai NZE, Kementerian ESDM telah menyusun roadmap hingga 2060 yang berfokus pada pengurangan penggunaan pembangkit listrik batu bara, percepatan pembangunan fasilitas energi baru terbarukan, penggunaan kendaraan listrik, serta penggunaan smart grid,” ujar Prahoro dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (23/6/2022).

Terkait roadmap tersebut, Prahoro menyoroti urgensi penguatan kapasitas SDM yang dapat mendukung pelaksanaan pembangunan fasilitas baru untuk mencapai NZE.

Roadmap yang disusun secara apik tak akan menghasilkan dampak signifikan apabila tidak didukung SDM yang kompeten dalam mengimplementasikan teknologi tersebut,” jelasnya.

Prahoro menambahkan, BPSDM ESDM juga berkomitmen menyediakan tenaga terampil yang sesuai untuk menjawab tantangan roadmap tersebut. Seluruh program terkait pengembangan SDM harus selaras dengan roadmap Kementerian ESDM.

“Kami telah menyiapkan anggaran untuk periode 2022 dan telah berdiskusi dengan beberapa universitas di luar negeri, antara lain Selandia Baru, Australia, dan Inggris,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Prahoro, BPSDM ESDM juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi dalam negeri yang memiliki program di luar skema pembiayaan negara.

Terkait tingkat pendidikan, Prahoro menjelaskan bahwa meski bentuk kerja sama yang ditargetkan untuk program magister (S2) dan doktoral (S3), pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menjalin sinergi dalam skema lain.

Demi mencapai target NZE, lanjut Prahoro, juga diperlukan kerja sama antara negara maju dan negara berkembang dalam bentuk transfer teknologi melalui pendidikan.

“Setelah pelaksanaan forum ini akan dapat diketahui kapasitas SDM yang dimiliki oleh Kementerian ESDM sehingga memperjelas strategi pendidikan yang akan dilaksanakan, serta mendapatkan prioritas untuk ditindaklanjuti. Acara seperti ini tidak akan berarti apabila tidak ada langkah konkret,” kata Prahoro.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau