Advertorial

Dukung Transisi Energi, Kapal PIS Gas Walio Lolos Paris MoU

Kompas.com - 12/08/2022, 13:45 WIB

KOMPAS.com – Eksistensi Indonesia di kancah industri maritim dunia makin diakui. Sebab, Kapal Gas Walio milik PT Pertamina International Shipping (PIS) lolos terhadap kriteria Paris Memorandum of Understanding (MoU). Artinya, kapal PIS telah memenuhi seluruh standar internasional untuk berlayar dan mengibarkan bendera Indonesia di Benua Eropa.

Direktur Niaga PIS Arief Sukmara mengatakan bahwa momen tersebut merupakan kali pertama PIS sekaligus kapal pertama berbendera Indonesia yang lolos inspeksi di Spanyol. Untuk diketahui, Spanyol merupakan negara anggota Paris MoU.

Sebagai informasi, Paris MoU merupakan perjanjian resmi yang disepakati oleh 27 negara anggota Eropa guna menerapkan sistem kontrol pelabuhan negara yang harmonis.

“Istimewanya lagi, seluruh kru kapal 100 persen orang Indonesia. Hal ini merupakan prestasi dari PIS sekaligus memaknai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI),” ujar Arief dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (12/8/2022).

Untuk diketahui, Kapal Gas Walio PIS tengah menjalin kontrak kerja sama dengan Mitsui untuk mengantarkan amonia. Kontrak ini ditandatangani pada Selasa (5/7/2022) dengan periode kerja sama selama 60 hingga 180 hari.

Adapun muatan amonia itu diberangkatkan dari Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), menuju Lisbon, Portugal. Kapal Gas Walio kemudian melewati inspeksi Port State Control (PSC) di Aviles, Spanyol.

Untuk dapat meneruskan pelayaran ke Portugal, Kapal Gas Walio PIS wajib memenuhi standar Paris MoU yang diberlakukan oleh Spanyol.

Setiap tahun, sebanyak 17.000 kapal diinspeksi di pelabuhan-pelabuhan negara yang tergabung di Paris MoU untuk bisa berlayar di Eropa. Kapal-kapal yang lolos dipastikan telah memenuhi faktor keselamatan, keamanan, dan lingkungan berstandar internasional. Awak-awak kapal pun turut diperiksa guna memastikan mereka berada dalam kondisi hidup dengan kualitas kerja yang memadai.

Kesuksesan kapal PIS menembus pasar Eropa sekaligus mengangkut komoditas amonia merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menjadi yang terkemuka di Asia.

Hal tersebut juga merupakan dukungan berkelanjutan untuk program transisi energi yang diusung Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM). PIS pun terus mengedepankan keandalan operasional dan memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

“Ini merupakan langkah mewujudkan visi sebagai Asia’s Leading Shipping Company dengan membuktikan keandalan kapal dalam mengangkut berbagai jenis muatan kargo ke berbagai belahan dunia,” kata Arief.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau