Advertorial

Subholding Pelindo Ekspor Perdana 29 Ton Ikan Layur ke China

Kompas.com - 30/03/2023, 12:27 WIB

KOMPAS.com Subholding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kepelabuhanan Pelindo, PT Pelindo Solusi Logistik atau SPSL, berupaya untuk mendorong ekspor Indonesia di tengah dinamika perekonomian global.

Dukungan SPSL diberikan melalui komoditas ekspor unggulan Indonesia pada sektor non-industrial revolution (IR) 4.0, yakni industri perikanan. Salah satunya adalah pengiriman ekspor perdana ikan layur beku ke China sebanyak 29 ton.

Direktur Utama SPSL Joko Noerhudha mengatakan bahwa pasca-penggabungan (merger) Pelindo, SPSL terus berupaya menciptakan nilai serta berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.

“Melalui salah satu anak perusahaan, yakni PT Multi Terminal Indonesia, SPSL memberikan dukungan pengiriman ekspor perdana 29 ton ikan layur beku (trichiurus lepturus) yang ada di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), ke China,” ujar Joko dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/3/2023).

Joko melanjutkan, ekspor perdana dari PT Hasil Melimpah Cilacap senilai Rp 1,3 miliar itu telah menambah daftar produk ekspor Indonesia. Hal ini juga memacu perusahaan lain untuk melakukan ekspor dan mendukung penciptaan produk dalam negeri yang mampu bersaing di kancah global.

Ia pun berharap, kegiatan ekspor mampu meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat setempat serta mengurangi tingkat pengangguran. Dengan begitu, kualitas perekonomian Indonesia secara menyeluruh dapat ditingkatkan.

Joko menambahkan, dukungan perusahaan terhadap pengiriman ekspor perdana 29 ton ikan layur beku merupakan salah satu bentuk layanan bidang logistik SPSL Group, yakni cold chain.

Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan seluruh pemain logistik dari hulu ke hilir. Dengan keunggulan konektivitas ke pelabuhan, SPSL dapat membangun jaringan ekosistem logistik nasional end-to-end dan terintegrasi guna memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien.

“SPSL optimistis bahwa kinerja perusahaan dapat terus tumbuh seiring dengan optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.

Joko berharap, kondisi tersebut dapat mendorong proyek pembangunan di berbagai industri kembali menggeliat sehingga berdampak pada pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau