Advertorial

Kunjungi SMAN Bali Mandara, Mas Dhito Ingin Bangun Boarding School di Kabupaten Kediri

Kompas.com - 10/04/2023, 11:14 WIB

KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana ingin membuat boarding school bagi anak kurang mampu di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Mas Dhito—sapaan akrab Bupati Kediri--saat mengunjungi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Singaraja dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Bali Mandara pada Kamis (6/4/2023).

Mas Dhito mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melihat langsung pengelolaan sekolah tersebut. Utamanya, di SMAN Bali Mandara yang merupakan boarding school atau sekolah berasrama.

“Saya harus bisa membuat sekolah, minimal seperti (SMAN) Bali Mandara. (Tolong) doakan,” kata Mas Dhito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (10/4/2023).

Salah satu hal yang membuat Mas Dhito tertarik adalah kedisiplinan yang berjalan di sekolah itu, termasuk para siswa yang sudah mulai belajar untuk berwirausaha.

Ia bahkan sempat melihat secara langsung siswa di sekolah yang berada di Kabupaten Buleleng tersebut berjualan kaos. Menurutnya, hal tersebut menarik untuk diterapkan.

“Jadi, dalam satu sekolah, yang mana boarding school atau (sekolah) asrama, tetapi suatu perputaran (ekonomi) sehari-hari itu real sudah tergambarkan di sini,” kata Mas Dhito.

 Mas Dhito bersama Kepala Sekolah SMAN Bali Mandara. Dok. Pemkab Kediri Mas Dhito bersama Kepala Sekolah SMAN Bali Mandara.

Kunjungan Mas Dhito ke Bali itu merupakan tindak lanjut diskusinya bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF). Dalam pertemuan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dan PSF membahas upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) guru di Bumi Panjalu.

Kepala SMAN Bali Mandara Ni Made Sri Narawati mengatakan bahwa sekolah yang diperuntukkan bagi anak kurang mampu tersebut berdiri pada 2011 atas kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan PSF. Pada 2022, sekolah itu berganti status menjadi sekolah reguler.

Dalam rekrutmen siswa, kata Ni Made, sekolah tersebut juga melakukan berbagai serangkaian tes. Salah satunya, pihak sekolah juga melakukan home visit terhadap calon siswa.

“Kami, semua guru dan pegawai terjun ke lapangan untuk meninjau kondisi anak-anak yang akan menjadi calon peserta didik di SMAN Bali Mandara,” ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau