Advertorial

Kediri Kebanjiran Desa Wisata, Mas Dhito: Kita Perbanyak Homestay

Kompas.com - 02/05/2023, 16:10 WIB

KOMPAS.com - Saat ini Kabupaten Kediri tengah kebanjiran sejumlah desa wisata baru. Fenomena ini muncul setelah peluncuran destination branding "Kediri Berbudaya".

Melihat maraknya desa wisata, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana pun berencana untuk membangun banyak homestay dan membatasi pembangunan hotel di wilayahnya.

Pria yang akrab disapa Mas Dhito itu menilai, homestay dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

"Tidak menutup kemungkinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri akan membatasi hotel. Hotel ndak boleh terlalu banyak, kita perbanyak homestay," tutur Mas Dhito melalui keterangan persnya, Senin (1/5/2023).

Bupati Kediri Mas Dhito saat menghadiri Grebeg Syawal dan Launching Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Wates, Sabtu (29/4/2023).DOK. Pemkab Kediri Bupati Kediri Mas Dhito saat menghadiri Grebeg Syawal dan Launching Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Wates, Sabtu (29/4/2023).

Rencana tersebut diutarakan Mas Dhito saat memberikan sambutan Grebeg Syawal dan Launching Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Wates, Sabtu (29/4/2023).

Mas Dhito pun meminta setiap kepala desa untuk menyiapkan homestay. Ia berjanji untuk melakukan pendampingan serta evaluasi.

Rencana pembangunan homestay, menurut dia, menjadi momen yang pas dengan kehadiran bandara baru di Kabupaten Kediri yang akan beroperasi pada Oktober 2023 mendatang.

“Nanti kita cari di Bulan Mei-Juni ini kita lihat kapan (agenda) kosong, saya tidur di sini. Kita tes homestay-nya,” terang Mas Dhito.

Bupati muda berusia 30 tahun itu berharap besar Desa Wisata Sidomulyo dapat bertahan dan berkembang. Sebab, desa yang memiliki 10 homestay ini berada di akses utama menuju Gunung Kelud.

Bupati Kediri Mas Dhito saat menghadiri Grebeg Syawal dan Launching Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Wates, Sabtu (29/4/2023).DOK. Pemkab Kediri Bupati Kediri Mas Dhito saat menghadiri Grebeg Syawal dan Launching Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Wates, Sabtu (29/4/2023).

“Karena desa Sidomulyo adalah salah satu desa yang dilewati untuk akses utama menuju Gunung Kelud. Maka harapan saya sangat besar sekali,” ujarnya.

Adapun destinasi wisata dan budaya yang berada di Desa Sidomulyo, antara lain Sumber Ganggong, Kesenian Lesung, Jaranan, serta edukasi dan produksi Kerupuk Gadung.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau