Advertorial

Berpotensi Jadi Poros Maritim Dunia, Pelindo Buka Peluang Mitra Global Dalam AIPF

Kompas.com - 01/09/2023, 11:02 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia melalui PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melakukan transformasi berkelanjutan terhadap pengelolaan pelabuhan di Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan lantaran Indonesia berperan sebagai penghasil berbagai komoditas dunia sekaligus target pasar yang signifikan bagi berbagai bisnis dunia. Dengan begitu, posisi pelabuhan menjadi semakin strategis.

Untuk diketahui, dengan garis pantai mencapai lebih dari 99.000 km atau terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki potensi sebagai poros maritim dunia.

Atas kelebihan itu, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) pun menekankan bahwa Indonesia harus bekerja keras untuk meningkatkan konektivitas laut, salah satunya melalui pembangunan pelabuhan.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Mulyono mengatakan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor kepelabuhanan, pihaknya siap menjalankan tugas strategis dalam mendukung penguatan konektivitas laut Indonesia.

Selepas merger pada 2021, Pelindo kini telah mengoperasikan lebih dari 120 pelabuhan di 32 provinsi Indonesia.

“Pada 2022, total throughput peti kemas yang ditangani oleh Pelindo di seluruh pelabuhan mencapai 17,2 juta twenty-foot equivalent unit (TEUs). Angka tersebut berpotensi untuk terus tumbuh di masa depan. Kami harus memastikan kapasitas pelabuhan dapat terus menjawab kebutuhan yang ada” ujar Ali dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (1/9/2023).

Ali menambahkan, tren positif pertumbuhan perekonomian Indonesia yang mencapai lebih dari 5 persen dalam dua tahun terakhir diprediksi akan membawa peningkatan pada arus barang di Indonesia, baik domestik maupun internasional.

Oleh karena itu, Pelindo akan terus melakukan pembangunan pelabuhan untuk menjamin konektivitas rantai pasok global yang saat ini menjadi sektor menarik bagi investor global.

Pelindo pun akan menunjukkan proyek-proyek pelabuhan yang saat ini sedang dikerjakan oleh grup perusahaan, termasuk pada flagship event ASEAN Indo Pacific Forum (AIPF) yang akan dilaksanakan di Jakarta mulai Selasa (5/9/2023) hingga Rabu (6/9/2023).

Salah satu proyek yang saat ini sedang digarap oleh Pelindo adalah New Priok Terminal. Proyek ini adalah perluasan dari Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan terbesar sekaligus pintu gerbang ekspor impor Indonesia.

Terminal pertama dari proyek tersebut, New Priok Container Terminal 1 (NPCT1), telah beroperasi sejak 2016 dan dioperasikan melalui kemitraan Pelindo dengan mitra global Mitsui, PSA, dan NYK Line.

“Saat ini, Pelindo tengah membangun Container Terminal 2 dan 3 (CT2 dan CT3) serta Product Terminal 1 dan 2 (PT1 dan PT2) yang akan dilengkapi dengan akses jalan khusus New Priok Eastern Access (NPEA). Jalan ini terhubung dengan Jalan Tol Cibitung Cilincing (JTCC). Pelindo terbuka dengan mitra global yang membawa nilai tambah bagi Indonesia, baik operator terminal, shipping line, ataupun pihak lain,” ucap Ali.

Proyek lain yang akan ditunjukkan pada AIPF, tambah Ali, adalah Kijing Terminal, Makassar New Port, dan Bali Maritime Tourism Hub. Adapun pengembangan proyek tersebut menerapkan konsep green port.

“Dengan dukungan pemerintah, Pelindo siap membangun kemitraan dan kolaborasi dengan mitra global. Melalui sejumlah proyek strategis tersebut, kami yakin peran Indonesia sebagai pilar episentrum pertumbuhan ekonomi di ASEAN dapat semakin kuat” kata Ali.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau