Advertorial

Jelang Pesta Demokrasi, Menkominfo: Awas Hoaks terkait Pemilu!

Kompas.com - 06/11/2023, 17:24 WIB

KOMPAS.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mencanangkan kampanye bertajuk “Awas Hoaks Pemilu!” di Jakarta, Jumat (27/10/2023).

Menurut Budi, kampanye itu digaungkan sebagai pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati–hati saat menerima dan menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Seiring dengan narasi Pemilu Damai 2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga mendorong kampanye Awas Hoaks Pemilu 2024!” ujar Budi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (6/11/2023).

Budi mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menangkal hoaks dan disinformasi, terutama yang berkaitan dengan Pemilu 2024.

"Kami membutuhkan kerja sama seluruh masyarakat agar dapat menangkal hoaks,” jelas Budi.

Menkominfo juga mengajak seluruh elemen publik, khususnya awak media, untuk secara proaktif mencegah penyebaran hoaks dengan menghadirkan konten jurnalistik yang akurat, tepat, dan berkualitas.

“Harapannya, berita terkait Pemilu (2024) tidak sekadar mencari sensasi belaka karena rekan rekan media memiliki andil penting sebagai pilar keempat demokrasi untuk menjaga integritas pemilu, pesta demokrasi kita,” tutur Budi.

Selain itu, Menkominfo juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan penyelenggara platform digital.

Langkah tersebut diambil untuk memutus akses konten hoaks dalam waktu 1x24 jam yang selaras dengan penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Kami berdiskusi dan bekerja sama dengan Meta yang punya kampanye #BijakBersuara dan Google (dengan kampanye) #YukPahamiPemilu. (Kerja sama itu dijalin) untuk bersama-sama menghindari hoaks yang bertebaran di media sosial,” tuturnya.

Sebelumnya, Budi Arie juga menyatakan telah bekerja sama dengan penyelenggara pemilu, yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), serta aparat penegak hukum.


Menkominfo menyebutkan sepanjang Januari 2022 hingga Oktober 2023, terdapat 101 isu hoaks terkait pemilu dan 526 sebaran hoaks pemilu di seluruh platform media sosial. Dari angka tersebut, sebanyak 378 hoaks telah ditindaklanjuti (take down).

Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran konten hoaks.

“Kepada seluruh masyarakat, ayo bersama sama kita melawan hoaks dengan memeriksa informasi yang diterima, tidak menyebarkannya jika mengandung hoaks, dan tentu tidak membuat hoaks. Mari kita bersama-sama mewujudkan Pemilu Damai 2024,” tambah Budi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau