Advertorial

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Tinjau Lahan Hibah Warga untuk Pembangunan Posal TNI AL di Bone

Kompas.com - 26/11/2023, 21:28 WIB

KOMPAS.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin, bersama Asrena Lantamal VI Makassar Kolonel Laut Yusup Yanto, dan Pj Bupati Bone A Islamuddin, melakukan peninjauan lahan untuk pendirian Pos Angkatan Laut (Posal) di Dusun Ujung Pattiro, Kampung Borong Kalukue, Desa Pattirosompe, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Minggu, (26/11/2023).

Lahan seluas 5 hektare tersebut merupakan hibah dari seorang warga.

Bahtiar menyampaikan bahwa baru baru ini, dirinya bersama Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) dan jajaran membahas tentang keamanan laut, khususnya di wilayah Teluk Bone.

Hal tersebut dilakukan juga terkait hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Harapannya, ke depan, lalu lintas ekonomi di wilayah tersebut semakin meningkat. 

Bahtiar kemudian mendorong Bupati Bone, Bupati Wajo, Bupati Luwu, dan Wali Kota Palopo, agar bersinergi dengan Danlantamal, untuk menyiapkan lahan sebagai lokasi pendirian posko tersebut.

Ia bercerita, setelah dua pekan mencari, akhirnya lahan tersebut ditemukan. Bupati Bone menyampaikan bahwa seorang warga bersedia mengibahkan lahannya untuk kepentingan negara dan perkembangan wilayahnya.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin menilai bahwa selain di darat dan udara, keamanan di laut Sulsel juga harus dikuatkan. Apalagi, masyarakat Sulsel banyak yang bermata pencarian sebagai nelayan.Dok. Pemprov Sulsel Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin menilai bahwa selain di darat dan udara, keamanan di laut Sulsel juga harus dikuatkan. Apalagi, masyarakat Sulsel banyak yang bermata pencarian sebagai nelayan.

"Ternyata, di Bone banyak orang baik yang mau mengikhlaskan harta bendanya. Secara pribadi (harta itu) diserahkan kepada negara. Beliau adalah Haji Amir Bandu yang menghibahkan lahan ini untuk pendirian Pos Angkatan Laut untuk kepentingan negara," kata Bahtiar dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu.

Maka sebagai gubernur, ia mengucapkan terima kasih kepada warga tersebut.

Menurut Bahtiar, Sulsel memiliki dimensi udara, darat dan laut yang harus kuat keamanannya.

Sebab, posisi Sulsel strategis di Indonesia. Ia menilai, dari sisi laut, Sulsel memiliki lokasi strategis. Di sini, investasi dan usaha tengah berkembang.

Maka, sektor utama yang harus jadi prioritas adalah keamanan. Selain di darat dan udara, keamanan di laut juga harus dikuatkan. Apalagi, masyarakat Sulsel banyak yang bermata pencarian sebagai nelayan.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar BaharuddinDok. Pemprov Sulsel Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin

"Di sini juga ada banyak pelabuhan penyeberangan. Seperti di sini, Bajoe yang merupakan pelabuhan barang dan orang serta segala macamnya yang tentu dari sisi keamanan laut juga harus diantisipasi," sebutnya.

Warga pemberi hibah, Amir Bandu, mengaku bersyukur bisa memberikan kontribusi bagi negara dengan menghibahkan lahannya.

"Jangankan harta, nyawapun saya mau. (Harta) ini bukan milik kita, ini milik Allah SWT. Saya bersyukur dengan kesmepatan ini. Semoga kampung kita akan lebih aman nanti, bisa juga naik perekonomian karena adanya keamanan ini," ujarnya.

Kolonel Laut Yusup Yanto, menyampaikan, pihak Angkatan Laut berterima kasih atas hibah tanah tersebut. Tanah yang diberikan menurutnya, sudah memenuhi syarat untuk pembangunan satu posal.

Ia menjelaskan, di sekitar Teluk Bone memang belum ada pangkalan angkatan laut (lanal), TNI AL akan mengembangkan posal yang ada di Malili untuk ditingkatkan menjadi lanal. Demikian juga di Selayar yang akan diproses menjadi Lanal kelas C. 

Bupati Bone, A Islamuddin, turut menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti proses hibah tanah tersebut secepatnya.

"Harapan kami dengan hadirnya posal ini adalah dapat meningkatkan pertumbuhan Kabupaten Bone. Apalagi, ada program besar Pak Gubernur untuk mencoba memfungsikan Pelabuhan Pattiro Bajo yang jaraknya ke sini hanya 5-15 menit," ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau