Advertorial

Peringati Hari Korban 40 Ribu Jiwa, Pj Gubernur Bahtiar: Bukti Orang Sulsel Setia pada NKRI

Kompas.com - 11/12/2023, 19:32 WIB



KOMPAS.com -
Hari Korban 40 Ribu Jiwa kembali diperingati di Monumen Korban 40 Ribu Jiwa, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin, (11/12/2023). Apel peringatan Hari Korban 40 Ribu Jiwa ini dipimpin langsung Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin.

Bahtiar mengatakan, peristiwa ini menjadi bukti bahwa orang Sulsel, yang terdiri dari Suku Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja, memiliki kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak dulu. Mereka rela mati untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia.

"Di tanah tempat kita berdiri ini, orang-orang tua kita dan keluarga kita rela mati untuk negara Indonesia. Hari ini pun, kita harus siap mati untuk NKRI," ujar Bahtiar saat apel seperti dikutip dalam siaran eprs yang diterima Kompas.com, Senin.

Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memaknai momentum tersebut sebagai sejarah.

Terpenting, pihaknya ingin memberi pesan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa masyarakat di Tanah Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar, selalu setia pada NKRI sampai kapan pun.

Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memaknai momentum tersebut sebagai sejarah.Dok Pemprov Sulsel Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memaknai momentum tersebut sebagai sejarah.

Menghadapi momentum politik, ia juga kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif, dan jangan sampai ada perpecahan.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal yang biasa di negara demokrasi. Namun, sebagai warga negara, seluruh masyarakat tetap harus saling menghargai dan menghormati.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar BaharuddinDok. Pemprov Sulsel Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin


"Perbedaan pilihan jangan membuat kita tercera-berai. Mari saling menghargai pilihan masing-masing," pesan Bahtiar.

Sebagai informasi, Hari Korban 40 Ribu Jiwa diperingati setiap 11 Desember. Peristiwa ini menjadi pengingat saat 11 Desember 1946 terjadi pembataian massal puluhan ribu rakyat Sulsel. yang dilakukan oleh pasukan Belanda Depot Speciale Troepen (DST) pimpinan Raymond Pierre Paul Westerling.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau