Advertorial

Dukung Keberlanjutan Sektor Perikanan, Pj Gubernur Sulsel Tebar 1 Juta Benih Nila di Danau Tempe

Kompas.com - 09/02/2024, 16:59 WIB

KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin menebar 1 juta benih ikan nila dan 10.000 benih ikan mas bersama Bupati Wajo Amran Mahmud dan nelayan setempat di Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulsel, Jumat (9/2/2024).

Kegiatan tersebut dilakukan guna meningkatkan produksi ikan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perikanan di daerah tersebut.

Penebaran benih itu juga merupakan bagian dari program penebaran 100 juta bibit ikan nila yang digagas oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

"Saya memberikan perhatian serius pada sektor perikanan karena kehidupan masyarakat Wajo dikelilingi danau atau tappareng," kata Bahtiar dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat.

Bahtiar memaparkan bahwa jumlah ikan di bendungan dan danau semakin berkurang karena berbagai faktor.

Oleh karena itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Balai Benih Ikan di Soppeng, serta kementerian dan jajaran pemerintah daerah (pemda) terkait pun mendukung program pemberian benih.

“Semuanya bersatu membagi 100 juta bibit nila di Sulsel pada 2023. Program ini dijalankan secara serius agar berdampak pada masyarakat," ujarnya.

Selama enam bulan ke depan, lanjut Bahtiar, pihaknya akan memberikan satu juta bibit ikan. Ia pun meminta agar program ini dijaga sehingga dapat berkembang. 

“Selain bantuan benih, Pemprov Sulsel juga memiliki program lainnya, seperti pembuatan rumpon dan terumbu karang buatan,” jelasnya.

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin. DOK. Pemprov Sulsel Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Wajo Andi Ismirar Sentosa mengatakan bahwa program tersebut sangat membantu nelayan.

“Program tersebut merupakan inisiatif Pj Gubernur (Sulsel). Program ini sangat luar biasa karena sangat membantu nelayan di Danau Tempe,” kata Ismirar.

Usai menebar benih secara simbolis, Pj Gubernur Sulsel juga memberikan bantuan bibit ikan nila kepada ratusan nelayan yang berasal dari Wajo, Soppeng, dan Sidrap.

Selanjutnya, para nelayan akan mengitari tiga kabupaten tersebut untuk menyebarkan ikan di sepanjang Danau Tempe.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau