Advertorial

BEM Unwahas Pasangkan Ahmad Luthfi dan Hendrar Prihadi sebagai Cagub-Cawagub Jateng 2024

Kompas.com - 13/06/2024, 19:53 WIB

KOMPAS.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang mendukung pasangan Ahmad Luthfi dan Hendrar Prihadi sebagai calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Tengah (Jateng) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Presiden BEM Unwahas Fikri Khairullah menilai bahwa keduanya merupakan kandidat ideal untuk memimpin Jateng.

“Kami menilai bahwa pasangan Ahmad Luthfi dan Hendrar Prihadi merupakan pasangan tepat untuk menjawab kebutuhan Jateng,” ucap Fikri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (13/6/2024).

Ahmad Luthfi dinilai memiliki pengalaman dalam memimpin Jateng. Saat ini, dia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah.

“Dia juga kerap dianggap sebagai ‘Bapaknya Orang Jawa Tengah’ sehingga cocok mengatasi masalah di Jateng,” tambah Fikri.

Sementara, Hendrar Prihadi atau Hendi dianggap sosok yang tepat untuk menemani Ahmad Luthfi lantaran telah berpengalaman mengurus Kota Semarang.

“Dengan semangat dan energi mudanya, Hendi akan mampu menjadi pelapis komunikasi di semua golongan masyarakat Jateng,” tambah Fikri.

Fikri menjelaskan bahwa dukungan bagi pasangan tersebut merupakan buah dari diskusi bersama mahasiswa Unwahas dalam momentum politik 2024.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau