Advertorial

Ditutup dengan Meriah, Pj Gubernur Sulsel Harap Festival Sulsel Menari Kembali Digelar Tahun Depan

Kompas.com - 16/06/2024, 23:11 WIB

KOMPAS.com – Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) meraih dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam acara “Festival Sulsel Mencari” yang diselenggarakan di Lego-lego, Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, mulai dari Sabtu (8/6/2024) hingga Sabtu (15/6/2024).

Selama rangkaian acara tersebut, 24.913 pelajar dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel menarikan Tari Padduppa dan mengenakan baju bodo untuk menunjukkan kekayaan budaya daerah.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh secara resmi menutup “Festival Sulsel Menari” pada Sabtu (15/6/2024). Zudan berharap, acara perdana itu bisa dilaksanakan kembali tahun depan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada semua peserta dan penonton yang telah meramaikan acara tersebut.

"Dengan mengucap Alhamdulillah, semoga acara ini bisa kami adakan lagi tahun depan. Acara kami, Sulsel Menari: South Sulawesi in Harmony, secara resmi saya nyatakan ditutup," ujar Zudan dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (16/6/2024).

Untuk diketahui, acara “Festival Sulsel Menari” sukses mempromosikan budaya dan menggerakkan ekonomi lokal dengan kunjungan sekitar 21.000 pengunjung dan transaksi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mencapai Rp 312 juta selama tujuh hari.

Selain itu, total viewer di media sosial mencapai 1 juta dan terus bertambah.

Acara fashion show ?Festival Sulsel Menari?.Dok. Pemprov Sulsel Acara fashion show ?Festival Sulsel Menari?.

"Kegiatan ini sangat positif dan bisa menggerakkan ekonomi selama delapan hari," ujar Zudan. Ia berharap, budaya dan seni dapat menjaga persaudaraan dengan sesama manusia.

Zudan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh penampil di Sulsel Menari.

"Kalian hebat luar biasa," tutur Zudan.

Tak ketinggalan, ia turut berterima kasih kepada masyarakat yang datang meramaikan Center Point of Indonesia.

"Untuk bapak dan ibu masyarakat, bupati dan wali kota, kepala dinas pendukung acara, serta tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, delapan hari ini kita menunjukkan Sulsel sangat kompak," tambah Zudan.

Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh.Dok. Pemprov Sulsel Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh.

Seorang warga Makassar yang turut hadir, Reva, menyambut baik “Festival Sulsel Menari” dan berharap acara seperti ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang.

"Acaranya seru banget. Banyak penampilan tari dan fashion juga," ujar Reva.

Acara ditutup dengan penampilan tarian khas Sulsel, tarian dari Yogyakarta dan Sumatera Barat, serta bintang tamu Adi X-Naff. Penampilan tersebut menambah semarak perayaan budaya yang memperkuat persaudaraan masyarakat Sulsel.

Ada pula fashion show wastra Sulsel yang diperagakan oleh Zudan bersama istri, Ninuk Triyanti Zudan, bupati dan wali kota, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pasangan.

Prof Zudan bersama istri dalam acara fashion show Festival Sulsel Menari.Dok. Pemprov Sulsel Prof Zudan bersama istri dalam acara fashion show Festival Sulsel Menari.

Zudan bersama istri mengenakan wastra dengan motif “cobo-cobo” dan “corak labba”. Motif cobo-cobo adalah motif khas kain tenun Sengkang yang dirangkai dengan benang sutera berwarna mencolok. Biasanya, kain tersebut memiliki bentuk garis-garis vertikal.

Sementara, motif corak labba adalah tenun sutra dengan motif besar yang berasal dari daerah Gowa. Motif ini memiliki makna keseimbangan hidup dan hanya dipakai oleh bangsawan suku Bugis pada masa lalu.

Motif tersebut istimewa lantaran hasil warisan budaya tak benda dari Sulsel yang diwariskan secara turun-temurun.

Busana dengan kedua motif itu juga merupakan karya seni yang menggambarkan keelokan dan keagungan tradisi luhur.

Setelah kembang api dinyalakan dan lampu panggung dimatikan, para peserta dan pengunjung diharapkan dapat membawa pulang kenangan indah dari perayaan budaya acara tersebut.

Acara “Festival Sulsel Menari” telah mempererat tali persaudaraan dan menginspirasi harapan untuk pertemuan serupa yang akan datang. Festival ini meninggalkan jejak positif pada kekompakan masyarakat dan perekonomian Sulsel.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau