Advertorial

Kapolda Sulsel Ajak Masyarakat Hindari Politik Uang dan Hoaks Jelang Pilkada 2024

Kompas.com - 04/10/2024, 21:06 WIB

KOMPAS.com - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Yudhiawan Wibisono mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga integritas proses demokrasi.

Dalam sambutan setelah melaksanakan shalat Jumat berjemaah di Masjid Kubah 99 Makassar, Sulsel, Jumat (4/10/2024), Irjen Pol Yudhiawan mengingatkan masyarakat untuk menghindari praktik politik uang dan tidak mudah terpengaruh hoaks yang dapat memecah belah masyarakat.

Ia pun meminta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama menciptakan situasi kondusif serta menyukseskan Pilkada 2024.

“Pilih pemimpin yang berdedikasi, jujur, amanah, dan komitmen membangun Sulsel,” tuturnya.

Sebagai Kapolda Sulsel, ia pun menegaskan bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) selalu ada di tengah-tengah masyarakat. Polri berkomitmen bersama-sama membangun Sulsel.

Sebelumnya, pada kesempatan itu, Irjen Pol Yudhiawan yang ditemani beberapa jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel juga memperkenalkan diri serta meminta izin kepada jemaah shalat Jumat untuk kembali bertugas di Sulsel.

"Dalam diri saya mengalir darah Bugis-Makassar karena saya sudah lama bertugas di sini. Terakhir saya (menjabat) Kapolrestabes Makassar. Izinkan saya pulang kampung untuk bersama-sama ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Sulsel," ucap dia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau