KOMPAS.com – Kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan semakin penting di tengah ancaman perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan penurunan kualitas udara yang kian terasa. Salah satu penyebab utama fenomena tersebut adalah meningkatnya emisi karbon.
Sebagai informasi, emisi karbon adalah pelepasan karbon dioksida (CO?) dan senyawa karbon lainnya ke atmosfer.
Pelepasan itu sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil yakni batu bara, minyak, dan gas, penebangan hutan, serta kegiatan industri.
Emisi yang dihasilkan akan berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim. Ini lantaran CO? adalah gas rumah kaca (GRK) utama yang menangkap dan memancarkan panas di atmosfer bumi.
Emisi karbon juga dapat dihasilkan dari berbagai aktivitas sehari-hari seperti, penggunaan kendaraan pribadi berbahan bakar fosil, konsumsi listrik yang berlebihan, serta pola makan yang melibatkan banyak daging dan produk hewani.
Untuk mengurangi emisi karbon, kamu bisa mengambil empat langkah sederhana. Pertama, mendukung produk lokal dengan memilih produk organik petani lokal yang dapat membantu mengurangi emisi dari transportasi produk jarak jauh.
Kedua, mengurangi penggunaan listrik dengan mencabut alat elektronik yang tidak digunakan dan mengurangi penggunaan listrik sehari-hari.
Ketiga, menggunakan transportasi ramah lingkungan dengan beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki jika memungkinkan.
Keempat, menanam pohon di lingkungan sekitar. Pohon dapat menyerap CO? dari udara dan menyimpan karbon tersebut selama mereka tumbuh yang menjadikannya sebagai penyerap karbon alami efektif.
Untuk mengetahui apakah aktivitasmu sehari-hari berdampak pada lingkungan, kamu bisa mulai menghitung jejak karbon.
Sebagai informasi, jejak karbon merujuk pada jumlah emisi GRK yang dihasilkan dari aktivitas yang kita lakukan.
Menghitung jejak karbon bisa menjadi langkah awal untuk memonitor dan menilai dampak dari kebiasaan kita terhadap kelestarian bumi.
Salah satu cara mudah untuk menghitung jejak karbon adalah melalui fitur Livin’ Planet di aplikasi Livin’ Sukha dari Bank Mandiri.
Fitur tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran nasabah Bank Mandiri tentang pentingnya menjaga bumi.
Melalui fitur tersebut, kamu bisa menghitung jejak karbon dari aktivitas harianmu dengan menggunakan sejumlah parameter, seperti jarak tempuh, konsumsi bahan bakar, dan faktor emisi.
Kemudian, kamu juga dapat berpartisipasi dalam program penanaman pohon untuk membantu menyeimbangkan emisi karbon. Program ini akan mengonversi jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas harian menjadi nilai pohon, dengan asumsi bahwa pohon tersebut akan tumbuh dan menyerap karbon selama delapan tahun.
Terakhir, kamu dapat memantau perkembangan penanaman pohon yang dilakukan melalui laporan harian.
Untuk mulai berkontribusi dalam menjaga kesehatan bumi, pastikan kamu memiliki rekening di Livin’ by Mandiri, lalu ikuti langkah-langkah berikut.
Hasil kontribusi dapat kamu cek langsung di Livin' Planet dengan memilih menu Cek Report pada homepage Livin' Planet dan cek kontribusi yang telah kamu lakukan.
Dengan cara itu, kamu bisa mulai mengambil langkah kecil untuk menyelamatkan bumi, karena setiap tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten bisa memberikan dampak besar.
Mari jadikan bumi yang lebih baik sebagai bagian dari gaya hidup kita, bersama Livin’ Planet!