Kabar pariwisata

InJourney Hadirkan Pengalaman Libur Lebaran Bemakna di Destinasi Wisata Candi

Kompas.com - 23/03/2025, 18:10 WIB

KOMPAS.com – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak perusahaannya PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko atau PT TWC (InJourney Destinations) memastikan kesiapan seluruh destinasi wisata yang dikelolanya untuk menghadapi masa ramai Idul Fitri 1446 H.

Untuk diketahui, periode libur Lebaran 2025 diprediksi mengalami lonjakan signifikan dalam pergerakan masyarakat dan wisatawan di Indonesia.

Terkait itu, Direktur Utama InJourney Maya Watono memproyeksikan adanya sebanyak 81.401 pergerakan penerbangan selama periode libur Lebaran yang berlangsung sejak Jumat (21/3/2025) hingga Jumat (11/4/2025).

Selama periode tersebut, diperkirakan lebih dari 10,8 juta orang akan melakukan mobilisasi.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jawa Tengah diperkirakan menjadi tujuan utama pemudik dengan jumlah mencapai 36,6 juta orang, disusul Jawa Timur sebanyak 27,4 juta orang (18,7 persen), Jawa Barat 22,1 juta orang (15,1 persen), dan Daerah Istimewa Yogyakarta 9,4 juta orang (6,4 persen).

Untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran, InJourney telah melakukan berbagai kesiapan, mulai dari sisi kebandarudaraan, layanan penerbangan, dan juga destinasi wisata.

Di sisi kebandarudaraan, Injourney melalui InJourney Airports memastikan 37 bandara yang dikelolanya beroperasi selama 24 jam.

InJourney menambah 16.300 personel untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang di bandara.

“Selain itu, InJourney turut memberikan dukungan untuk kebijakan pemerintah dalam hal penurunan harga tiket pesawat. Kami memberikan potongan 50 persen untuk passanger services charge atau PJP2U dan landing fee serta parking fee (PJP4U), penyelenggaraan posko angkutan lebaran, dan peningkatan layanan bandara,” ujar Maya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (23/3/2025).

Dalam hal kesiapan destinasi pariwisata, InJourney Group berkolaborasi untuk menangkap potensi pergerakan wisatawan dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan dan program menarik di destinasi wisata.

Upaya tersebut bertujuan untuk menciptakan pengalaman berkesan bagi para wisatawan selama perjalanan mudik dan libur Lebaran.

Sementara itu, InJourney Destinations siap menghadirkan pengalaman yang hangat dan bermakna melalui program bertajuk "Lebaran di Candi: Kembali Fitri Sepenuh Hati".

Program tersebut mempererat kebersamaan keluarga saat Lebaran 2025 lewat berbagai aktivitas seru dan bermakna.

Aktivitas yang dihadirkan juga sekaligus untuk merayakan keberlanjutan kekayaan budaya serta memperkuat kolaborasi antarkomunitas dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal di sekitar kawasan Taman Wisata Candi (TWC).

InJourney Destinations menentukan masa ramai Lebaran 2025 di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko dari 1 April hingga 6 April 2025.

Di masa ramai itu, InJourney Destinations memproyeksikan kunjungan di TWC Borobudur berada di angka 76.000 wisatawan atau meningkat 31,61 persen dibandingkan 2024.

Sementara, jumlah kunjungan di TWC Prambanan diprediksikan mencapai 94.000 wisatawan atau meningkat 34,86 persen dari 2024.

Sedangkan destinasi di Keraton Ratu Boko diproyeksikan akan dikunjungi sebanyak 6.000 pengunjung atau meningkat 16,33 persen dari tahun sebelumnya.

InJourney juga akan melaksanakan Teater Pentas Ramayana pada masa ramai Lebaran 2025 dari 1 April hingga 10 April 2025.

Direktur Utama InJourney Maya Watono. Dok. InJourney Direktur Utama InJourney Maya Watono.

Kegiatan tersebut ditargetkan dapat menarik sebanyak 5.200 penonton atau meningkat 45 persen dari 2024.

Sementara, untuk jasa akomodasi, The Manohara Hotel Yogyakarta menargetkan peningkatan room occupancy sebesar 16 persen dari tahun lalu.

Adapun jam operasional loket destinasi TWC Borobudur dimulai pukul 06.30–16.30 WIB, TWC Prambanan pukul 06.00–17.15 WIB, dan Keraton Ratu Boko pukul 07.00–17.15 WIB.

Jalin kolaborasi dengan sejumlah pihak

InJourney Destinations berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan pengalaman bermakna dengan pelayanan prima di destinasi TWC.

Demi memberikan layanan yang optimal, InJourney Destinations siap menugaskan 900 petugas operasional untuk memastikan kunjungan wisatawan yang nyaman dan berkesan selama masa ramai Lebaran 2025 di destinasi TWC.

InJourney Destinations juga bekerja sama dengan hampir 100 petugas dari TNI dan POLRI serta 200 petugas keamanan internal untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kunjungan di seluruh kawasan destinasi.

Destinasi TWC juga didukung oleh 14 petugas medis dari enam rumah sakit terdekat dari area destinasi dan satu puskesmas yang telah bekerja sama sebagai rujukan penanganan kesehatan lebih lanjut.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap cuaca ekstrem, InJourney Destinations telah memasang sejumlah penangkal petir tambahan serta melakukan pemeliharaan ranting dan dahan pohon untuk meminimalisasi dampak yang terjadi.

Chief Executive Officer (CEO) Injourney Destination Management Febrina Intan mengatakan, peningkatan jumlah wisatawan akan membawa tantangan tersendiri dalam aspek operasional, keamanan, dan pelayanan.

Oleh karena itu, Febrina berharap, seluruh upaya yang dilakukan pihaknya dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi industri pariwisata serta ekonomi masyarakat sekitar.

“Kami juga mengajak seluruh wisatawan untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan di destinasi yang kita cintai ini. Terima kasih atas kerja sama dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kelancaran masa ramai Lebaran 2025,” kata Febrina.

Kolaborasi dengan Kemenekraf

InJourney Group juga berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dalam upaya memajukan sektor industri kreatif di Indonesia.

Kolaborasi dilakukan lantaran InJourney memiliki semangat yang sama dengan Kemenekraf yang senantiasa berfokus pada pemberdayaan UMKM lokal dan peningkatan kualitas produk lokal Indonesia.

Keduanya juga berkomitmen untuk mendorong agar para pelaku UMKM lokal dapat bersaing di pasar global.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Dok. InJourney Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menjelaskan bahwa Kemenekraf memiliki rentetan program dalam memajukan ekonomi kreatif Indonesia.

Semuanya dilakukan dengan upaya kolaborasi, termasuk bersama InJourney.

“Terdapat 2 KPI fundamental yang dilakukan. Salah satunya untuk menciptakan economic value added. Artinya, kami mendorong ekonomi kreatif di Indonesia untuk bisa menciptakan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB). Lalu, penyerapan tenaga kerja, yang mana ekonomi kreatif harus dimulai dari destinasi wisata,” tutur Irene.

Sementara itu, Komisaris Utama InJourney Triawan Munaf menuturkan, kolaborasi antara InJourney dan Kemenkraf merupakan hal yang patut didukung. Utamanya, di tengah kondisi finansial yang kurang menentu.

“Kolaborasi mendorong kita untuk membangun dan menumbuhkan potensi ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di berbagai destinasi pariwisata. Sebab, hal ini yang menjadi daya tarik suatu destinasi,” tutur Triawan.

Sebagai informasi, kolaborasi InJourney dengan Kemenekraf telah dilakukan sejak Desember 2024 dan menjadi hal strategis dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif.

Beberapa program kolaborasi yang dijalankan, di antaranya adalah implementasi games corner yang bekerja sama dengan komunitas game developer di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Kemudian, implementasi lebih dari lima kegiatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan membangun reading corner dan merchandising store yang diisi dengan hasil karya IP-IP lokal serta implementasi kolaborasi aktivasi Jumbo di Candi Prambanan di masa libur Lebaran dari 1 April hingga 5 April 2025.

Komisaris Utama InJourney Triawan Munaf. Dok. InJourney Komisaris Utama InJourney Triawan Munaf.

Sejalan dengan peran BUMN

Maya mengatakan, penguatan pertumbuhan ekonomi kreatif sejalan dengan peranan InJourney sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang berfokus pada agent of development untuk mendorong UMKM, produk lokal, IP lokal, serta komunitas-komunitas seni kreatif.

“Di Candi Borobudur terdapat hampir 2.000 UMKM yang kami gandeng. Sedangkan di Candi Prambanan terdapat 600 UMKM dan kami juga memberdayakan 1.400 seniman lokal. Ini menjadi komitmen kami untuk menumbuhkan ekonomi lokal di seluruh aset berkarya kami,” ujar Maya.

Kolaborasi juga dilakukan di Candi Prambanan dengan menghadirkan program Lebaran di Candi Kembali Fitri Sepenuh Hati. Program ini akan dimeriahkan oleh aktivitas-aktivitas bermakna.

Di TWC Prambanan juga akan dihadirkan Pasar Medang yang berkolaborasi dengan Jumbo, sebuah karakter animasi di film petualangan produksi Indonesia.

Kehadiran karakter Jumbo di Kampung Bocah Pasar Medang merupakan bagian dari kolaborasi antara Kemenekraf, InJourney, dan Visinema.

Berbagai aktivitas turut meramaikan Kampung Bocah Pasar Medang, di antaranya Bhuvana Java dengan pengalaman unik membaca weton dan dresscode busana jawa yang bisa dikenakan untuk berfoto atau merasakan pengalaman wisata yang berbeda.

Acara itu juga menghadirkan pengalaman belajar singkat aksara Jawa dengan bahan daur ulang serta area permainan tradisional.

Di loka satwa, pengunjung bisa memberikan makanan kepada hewan peliharaan yang menggemaskan.

Kemudian, ada pula Sasana Karya, atraksi pertunjukan musik dan parade tari dari penari Ramayana Prambanan Ballet.

Sedangkan destinasi Keraton Ratu Boko akan diramaikan oleh berbagai permainan tradisional, seperti enggrang, gangsing, dan lainnya.

Selain itu, pengunjung akan dihibur oleh iringan musik Srandul dan Gejog Lesung yang dimainkan oleh seniman lokal setempat.

Selama masa ramai Lebaran 2025, destinasi TWC Borobudur juga menampilkan Panggung Rakyat Borobudur.

Aktivitas itu akan dimeriahkan dengan kampung dolanan dan pertunjukan seni tradisional lokal, seperti tari Soreng, Dayakan, dan jathilan.

Pengunjung juga bisa melakukan aktivitas membuat kesenian UMKM sekitar, seperti membuat kerajinan gerabah dan menganyam di Kampung Seni Borobudur.

Sementara, The Manohara Hotel Yogyakarta menghadirkan dua penawaran spesial, Hampers Eid Mubarak dengan tema “Rantangan Tradisi Manohara” dan Paket Halal Bihalal.

Kedua paket tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman kuliner yang istimewa dengan cita rasa khas, suasana elegan, serta kenyamanan layanan premium.

Menurut Febrina, kolaborasi dengan berbagai pihak merupakan kunci menumbuhkan ekosistem yang sehat untuk pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal.

Adapun aktivitas Lebaran di Candi melibatkan 2.500 UMKM lokal, 1.500 seniman lokal dan 900 tenaga kerja lokal di sekitar destinasi.

InJourney berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan pengalan liburan di masa Lebaran yang ada di TWC berjalan baik. Dok. InJourney InJourney berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan pengalan liburan di masa Lebaran yang ada di TWC berjalan baik.

“Upaya kolaboratif ini merupakan langkah keberlanjutan yang kami terapkan. Kami tidak hanya menjaga warisan budaya dan pariwisata semata, tetapi juga membangun ekosistem yang kuat di sekitarnya. Sinergi antara perusahaan, lingkungan, dan komunitas lokal di sekitar harus terus dipelihara agar kita bisa memberi arti satu sama lain dan berdampak luas bagi generasi mendatang,” ucap Febrina.

Kehadiran UMKM, keterlibatan komunitas, dan seniman dalam pariwisata sangat dirasakan manfaatnya, tidak hanya sebagai daya tarik wisata, tapi juga berpengaruh langsung pada penyerapan tenaga kerja yang mendukung pertumbuhan ekonomi Lokal.

Hal tersebut diharapkan bisa semakin memperkuat rantai pariwisata serta meningkatkan kearifan lokal atau keramahtamahan bangsa Indonesia.

Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau