Kabar pariwisata

InJourney dan Kementerian Kebudayaan Sepakati Pengelolaan Candi Borobudur Berbasis Budaya

Kompas.com - 31/07/2025, 11:19 WIB

KOMPAS.com – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terkait pengelolaan kompleks Candi Borobudur.

Kesepakatan itu menjadi tonggak baru dalam upaya menjadikan Borobudur sebagai destinasi pariwisata spiritual berbasis budaya.

Nota kesepahaman tersebut mencakup pengelolaan kawasan Candi Borobudur secara terpadu, kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, serta pertukaran data dan informasi antara kedua belah pihak.

Langkah itu juga menegaskan peran PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC)—anak usaha InJourney yang kini bernama InJourney Destination Management—sebagai pengelola tunggal atau single destination management kawasan Candi Borobudur.

Momentum kolaboratif lintas lembaga

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan di Wisma Danantara Indonesia oleh Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan serta Direktur Utama InJourney Maya Watono.

Acara tersebut juga disaksikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Chief Executive Officer PT Danantara Asset Management (Persero) Dony Oskaria, dan Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan.

“Momentum ini sangat baik untuk menghadirkan semangat kebudayaan dalam pengelolaan kompleks Candi Borobudur. Upaya InJourney seperti pengaturan alur kunjungan dan pengembangan Kampung Seni Borobudur sudah berada di jalur yang tepat. Harapannya, kita dapat menata Borobudur secara progresif dan inklusif, sehingga manfaatnya terasa oleh semua kalangan,” ujar Fadli Zon dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (31/7/2025).

Sementara itu, Dony Oskaria menambahkan bahwa Candi Borobudur merupakan salah satu magnet utama pariwisata Indonesia.

Ia mencontohkan penguatan promosi wisata lewat pembukaan konektivitas Bangkok–Yogyakarta dan program familiarization trip yang melibatkan 250 agen perjalanan untuk memperkenalkan potensi kawasan Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar), khususnya Borobudur.

“Pengelolaan destinasi strategis seperti Borobudur diarahkan untuk tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Parameter kerja InJourney kini menempatkan kesejahteraan sosial dan dampak lokal sebagai prioritas utama,” kata Dony.

Wujudkan tata kelola inklusif dan berkelanjutan

Melalui kerja sama tersebut, Museum Candi Borobudur di bawah Kementerian Kebudayaan tetap menjalankan fungsi pelestarian budaya, sedangkan InJourney Destination Management berperan sebagai fasilitator pariwisata dengan pendekatan edukatif dan autentik.

“Kolaborasi ini mencerminkan aspirasi bersama untuk menjadikan Borobudur sebagai destinasi pariwisata spiritual dan budaya yang berkelanjutan. Sebuah warisan bangsa yang tak hanya dinikmati, tetapi juga dijaga,” tutur Maya Watono.

Kerja sama itu sekaligus menandai sinergi dua entitas besar, yakni InJourney sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, serta Kementerian Kebudayaan sebagai penjaga nilai historis dan spiritual.

Keduanya sepakat bahwa Candi Borobudur bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang hidup budaya, tempat pelestarian, dan pemanfaatan berjalan beriringan.

“Kami menyadari bahwa integrasi ini bukan soal teknis semata. Ini adalah tanggung jawab kolektif terhadap warisan dunia. Lewat berbagai program budaya di kawasan Borobudur, kami mencatat adanya peningkatan pertumbuhan masyarakat sekitar sebesar 5,6 persen secara tahunan,” tambah Maya.

Borobudur Sunrise, pengalaman spiritual yang autentik

Sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berwisata yang mendalam, InJourney melalui InJourney Destination Management telah menyiapkan sejumlah program berbasis budaya.

Salah satu yang paling diminati adalah program “Borobudur Sunrise” yang memungkinkan wisatawan menikmati keindahan matahari terbit dari candi pada pukul 04.00 waktu setempat.

Selain itu, sejumlah program lain juga disiapkan untuk memperkaya kunjungan wisatawan. Pengalaman berwisata di Borobudur tidak hanya menjadi kunjungan biasa, tetapi juga perjalanan jiwa yang sarat nilai budaya dan spiritualitas.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau