KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga ke wilayah kepulauan.
Salah satu komitmen tersebut BRI tunjukkan lewat dukungan pembiayaan produktif untuk pelaku usaha asal Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Jane Katang.
Untuk diketahui, Jane merupakan pemilik usaha sembako Aiko Maju yang kini menjadi pemasok bahan baku untuk dapur umum dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, Jane telah menjalankan usaha percetakan dan rumah makan. Dalam pengembangan usahanya, ia mendirikan unit sembako bernama Aiko Maju.
Seiring bergulirnya program MBG di Siau, Aiko Maju berkesempatan berpartisipasi sebagai pemasok bahan baku untuk mendukung operasional dapur umum yang melayani ratusan sekolah di wilayah tersebut.
Jane mengatakan, keterlibatannya dalam rantai pasok program MBG berkembang seiring meningkatnya kebutuhan di lapangan.
“Awalnya, saya hanya menyuplai bahan pokok, seperti beras dan telur. Namun, kebutuhan terus bertambah. Maka itu, saya inisiatif ajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke BRI supaya usaha saya bisa memenuhi permintaan dan program tetap jalan,” ujar Jane dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (2/8/2025).
Melalui dukungan BRI, Aiko Maju kini sukses menjadi pemasok untuk dapur umum MBG yang beroperasi di wilayah Siau.
Usaha dari Jane itu telah menjangkau lebih dari 2.400 siswa dari 154 sekolah, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menenga atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Keberhasilan Jane menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan seperti BRI mampu menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Selain masalah pembiayaan, Jane menyebutkan bahwa tantangan memasok bahan pangan di wilayah kepulauan juga terkait jarak dan keterbatasan komoditas seperti buah segar.
Di Siau, salah satu buah yang sering dijumpai secara mudah adalah salak. Namun, hal ini berbeda dengan berbagai buah-buahan lainnya yang harus dipenuhi dari luar pulau.
Ilustrasi menyiapkan makanan untuk program Makanan Bergizi Gratis. Untuk usahanya sendiri, Jane kerap mendatangkan banyak buah-buahan dari Kota Manado.
“Tantangannya, kalau telat sedikit bisa rusak. Jadi, saya harus benar-benar perhitungkan jadwal kapal dan daya tahan stok. Ini jadi bagian dari tanggung jawab saya supaya dapur bisa terus berjalan dan anak-anak tetap dapat gizi lengkap. Sementara, untuk bahan baku lain, seperti sayur dan ikan, saya belanjakan langsung dari pasar Siau,” kata Jane.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan bahwa komitmen BRI dalam memperkuat peran UMKM tidak hanya diwujudkan melalui pembiayaan, tetapi juga melalui keikutsertaan aktif dalam mendukung program-program pemerintah yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat.
Untuk MBG, program ini dinilai Hendy membutuhkan rantai pasok yang mampu menjamin kesinambungan suplai dengan jumlah dan standar yang memadai.
“Usaha Aiko Maju menunjukkan bahwa pelaku UMKM dapat menjawab tantangan tersebut secara profesional, bahkan dalam kondisi geografis yang menantang. Dukungan terhadap Aiko Maju merupakan contoh nyata dari strategi BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung keberhasilan program strategis,” kata Hendy.