Advertorial

Peringati Hari Jadi Ke-80 Jabar, KDM Ajak Warga Bangun Tanah Pasundan untuk Anak Cucu

Kompas.com - 20/08/2025, 12:55 WIB

KOMPAS.com - Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) dalam rangka memperingati Hari Jadi Jabar ke-80 di Gedung Merdeka Kota Bandung, Selasa (19/8/2025), menjadi momentum refleksi bersama.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk menguatkan tekad membangun Jabar Istimewa dengan semangat “Lembur Diurus, Kota Ditata”.

"Mari kita bersama membangun Jabar dengan paheuyeuk-heuyeuk leungeun paantay-antay tangan sareundeuk saigel sabobot sapihanean ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salebak. Semoga pembangunan di Jabar ‘Lembur Diurus, Kota Ditata’ adalah rangkaian lagu yang tidak pernah berakhir," ujar pria yang akrab disapa KDM itu dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (20/8/2025).

KDM mengingatkan bahwa tujuan kerja membangun Jabar merupakan wujud pengabdian untuk Tatar Jabar. Tujuannya, untuk menghapus kebodohan, mengangkat derajat masyarakat miskin, dan memperhatikan anak yatim sebagai fondasi utama menciptakan kemakmuran.

Ia menegaskan pentingnya perencanaan masa depan dan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan Jawa Barat.

KDM di Gedung Merdeka Kota Bandung.DOK. Diskominfo Jabar KDM di Gedung Merdeka Kota Bandung.

Menurutnya, pembangunan bukan hanya soal capaian jangka pendek lima atau sepuluh tahun, apalagi sekadar untuk kepentingan generasi saat ini. Pembangunan Jabar harus didasarkan untuk kepentingan generasi di masa depan. Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tanpa nilai akan kehilangan arah.

“Apa yang bisa kita titipkan pada generasi Jabar ke depan jika kita tak memiliki filosofi mendasar?” tambahnya.

KDM juga menyinggung capaian enam bulan kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Erwan. Meski kepemimpinannya masih berada dalam fase meletakkan kerangka dasar, capaiannya sudah mulai terlihat.

“Saya yakin enam bulan perjalanan bersama Erwan baru sebatas meletakkan fondasi. Apa yang diraih sejauh ini bukan hasil kami semata, melainkan buah kerja seluruh rakyat Jabar,” kata KDM.

Rapat Paripurna Hari Jadi ke-80 Jabar terasa istimewa. Pasalnya, peserta rapat hadir mengenakan pakaian adat Sunda.

Rapat itu dihadiri tokoh nasional, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), mantan Gubernur Jabar, bupati dan wali kota, Forkopimda, kepala desa, serta lurah. Anggota DPR Rieke Diah Pitaloka dipercaya menjadi salah satu pembaca sejarah Jabar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau