KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/10/2025).
Pertemuan strategis itu menjadi wadah koordinasi untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2025.
HLM dihadiri Forkopimda Kalsel, para bupati/wali kota se-Kalsel, pimpinan SKPD lingkup provinsi, serta perwakilan instansi vertikal.
Gubernur Kalsel sekaligus Ketua TPID Kalsel H Muhidin menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
“Inflasi yang terkendali berarti kesejahteraan masyarakat terjaga. Kita harus pastikan harga pangan strategis tetap stabil, terutama menjelang HBKN Nataru,” ujar Muhidin dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (16/10/2025).
Ia meminta kepala daerah di Kalsel lebih proaktif menjaga stabilitas harga di wilayah masing-masing.
“Saya minta bupati dan wali kota memperkuat koordinasi dengan TPID, memantau harga harian, dan segera melakukan intervensi jika ada gejolak. Operasi pasar murah, penguatan cadangan pangan, dan dukungan distribusi harus dilakukan secara cepat dan tepat,” tegasnya.
Muhidin juga menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar.
“Dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah baik untuk meningkatkan gizi masyarakat, tetapi harus diimbangi dengan pengelolaan pasokan yang juga baik. Di sinilah peran swasta, BUMD, dan asosiasi pangan sangat penting,” tambahnya.