KOMPAS.com – Banyak orang mengabaikan nyeri dada karena dianggap sebagai keluhan ringan, seperti kelelahan atau gangguan lambung.
Padahal, dalam kondisi tertentu, nyeri dada dapat menjadi sinyal penting dari tubuh yang menandakan adanya gangguan serius, termasuk pada aorta, pembuluh darah utama yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.
Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular di Mayapada Hospital Surabaya Dr dr Yan Efrata Sembiring, SpB, SpBTKV(K)-VE, menjelaskan bahwa gangguan pada aorta bisa berkembang cepat dan menimbulkan risiko serius.
Gangguan tersebut, lanjutnya, bisa berupa robekan dinding aorta atau diseksi, serta pelebaran atau aneurisma yang memengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh.
"Deteksi dini sangat penting karena dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat mengetahui masalah pada aorta sehingga penanganan, termasuk tindakan bedah bila diperlukan, dapat dilakukan lebih aman dan efektif," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (5/3/2026).
Gejala yang perlu diwaspadai
Pada sejumlah kasus, gangguan aorta jantung ditandai dengan sesak napas, keringat dingin, serta nyeri dada hebat yang muncul mendadak dan terasa tajam. Nyeri tersebut sering digambarkan seperti disobek atau menjalar ke punggung.
Dalam kondisi tertentu, pelebaran aorta juga dapat memengaruhi fungsi katup jantung sehingga memerlukan penanganan yang lebih kompleks.
Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah Bentall, yang dikembangkan oleh Hugh Bentall dan Antony De Bono. Prosedur ini mengganti bagian aorta yang rusak sekaligus katup jantung yang terdampak. Dengan begitu, fungsi jantung dapat pulih secara optimal.
"Penanganan gangguan aorta memerlukan diagnosis yang tepat, terutama bila sudah melibatkan katup jantung. Melalui prosedur Bentall, penggantian aorta dan katup jantung yang terdampak dapat dilakukan secara komprehensif dalam satu tindakan, sehingga stabilitas aliran darah dan fungsi jantung dapat dipertahankan," ujar Yan.
Heart & Vascular Center Mayapada Hospital Surabaya
Nyeri dada bukan sekadar keluhan ringan yang bisa diabaikan. Mengenali gejala sejak awal dan segera memeriksakan diri menjadi langkah penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Mendukung upaya tersebut, Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan Heart & Vascular Center yang diperkuat tiga pilar utama.
Pertama, Emergency Excellence melalui Chest Pain Unit yang berfokus pada evaluasi, diagnosis, dan penanganan awal keluhan nyeri dada, baik akibat gangguan jantung maupun non-jantung. Pemeriksaan dilakukan melalui pemeriksaan klinis, rekam jantung atau EKG, tes darah, serta pemeriksaan penunjang lainnya.
Pemeriksaan awal tersedia dengan biaya terjangkau, dan rujukan lanjutan disediakan melalui layanan Cardiac Emergency 24/7 yang didukung dokter spesialis dan subspesialis siaga on-site.
Kedua, Advanced Treatment yang mencakup layanan pembuluh darah atau vaskular, gangguan irama jantung atau aritmia, dan kelainan struktur jantung atau structural heart, seperti penyakit katup dengan pendekatan terkini.
Ketiga, Team-Based Management memastikan keputusan klinis dan rencana perawatan ditetapkan melalui kolaborasi aktif dalam Cardiac Board bersama 17 dokter berpengalaman. Tim dokter tersebut terdiri dari spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga jantung anak.
Pendekatan multidisiplin tersebut membantu menentukan tindakan paling tepat, mulai dari Coronary Angiography (CAG), Percutaneous Coronary Intervention (PCI), termasuk Complex PCI, penanganan gangguan katup dan vaskular jantung, irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut. Terapi gagal jantung lanjut didukung alat bantu pompa jantung terkini Left Ventricular Assist Device (LVAD).
Layanan tersebut juga didukung Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga secara menyeluruh sejak awal hingga pemulihan. Kehadiran Cardiac Advisor memastikan setiap keputusan medis dipahami dengan jelas, perawatan berjalan lancar, dan menjawab setiap keraguan pasien dengan cepat dan tepat.
Informasi seputar kesehatan jantung dari dokter Mayapada Hospital dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, masyarakat juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan indeks massa tubuh (BMI).