KOMPAS.com – Berdiri sejak 1982, Bimbingan Belajar (Bimbel) Villa Merah terus konsisten mencetak talenta-talenta kreatif baru di bidang seni rupa, desain, dan arsitektur. Melihat tingginya minat siswa untuk masuk ke perguruan tinggi bergengsi seperti ITB, lembaga yang berpusat di Bandung itu kini semakin memperkuat eksistensi melalui beberapa cabang di Jakarta.
Berawal dari bangunan bersejarah peninggalan tahun 1922 karya arsitek Belanda RLA Schoemaker, Villa Merah bukan sekadar tempat belajar, melainkan situs bersejarah.
Dari situs bekas asrama mahasiswa ITB tersebut, lahirlah tokoh-tokoh besar, seperti Prof. Muhtar Apin serta Prof. Hasan Purbo. Semangat keilmuan itu pun terus diwariskan hingga kini.
Kepala Cabang Bimbel Gambar Villa Merah Jakarta Selatan M Noval Rinaldi mengatakan bahwa fokus utama lembaga adalah memberikan pendampingan teknis dan mental untuk membantu siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA agar lebih siap menghadapi dunia perkuliahan seni.
“Target kami adalah memastikan setiap siswa mampu menghasilkan karya portofolio yang unggul. Kami membimbing mereka sampai bisa, dengan dukungan fasilitas terlengkap dan pengajar berpengalaman guna menjaga tingkat kelulusan yang tinggi,” ujar Noval dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (12/4/2026).
Metode belajar modern dukung keberhasilan siswa
Bimbel Villa Merah memberikan pendampingan teknis dan mental untuk membantu siswa agar lebih siap menghadapi dunia perkuliahan seni. Di era digital, Villa Merah menerapkan sistem belajar yang adaptif. Siswa dapat mengakses materi selama 24 jam melalui video tutorial eksklusif, live streaming, hingga konseling personal secara daring.
Di sisi lain, interaksi tatap muka tetap diutamakan untuk menjaga kualitas bimbingan. Kegiatan belajar dirancang dengan suasana yang ramah (friendly) agar siswa dapat menyerap materi dengan lebih cepat dan nyaman.
Metode yang diterapkan pun terbukti dapat mencetak talenta unggul. Salah satunya adalah Baiq Ayesha Zahra Qanitha Patria, siswi kelas 12 dari Binus School Bekasi. Berkat ketekunannya mengikuti program bimbingan, ia dinyatakan lulus di International Undergraduate Program (IUP) jurusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Desain Komunikasi Visual (FSRD DKV) ITB.
Ayesha juga menyampaikan bahwa Villa Merah membantunya mempelajari banyak hal yang tidak didapatkan di sekolah, khususnya kelas Real Life yang sangat ia minati.
“Saya memang berminat dengan FSRD ITB. Di sekolah tidak ada pelajaran seni menggambar secara mendalam, jadi bergabung dengan Villa Merah sangat membantu saya dalam membangun portofolio," ungkap Ayesha.
Rencana ekspansi
Respon positif masyarakat serta dukungan penuh dari para orangtua mendorong Villa Merah untuk terus berinovasi. Ke depannya, lembaga ini menargetkan pengembangan program-program baru serta membuka lebih banyak cabang di kota-kota besar di Indonesia.
Dengan demikian, Noval berharap Villa Merah dapat terus menjadi jembatan bagi anak-anak muda yang ingin berkarir di industri kreatif dengan membekali mereka 'senjata' berupa kemampuan menggambar yang mumpuni untuk bersaing di tingkat global.